Keputusan pengadilan F1 untuk menerapkan aturan perlombaan dan memberikan penalti kepada pembalap Franco Colapinto memicu marahnya netizen. FIA, badan pengatur F1, mengutuk pelecehan online yang ditujukan kepada steward balapan F1 setelah keputusan mereka ternyata. Franca Colapinto, bersama dengan Arvid Lindblad dari Racing Bulls, masing-masing diberikan penalti drive-through karena melanggar aturan ketika bendera kuning berkibar di Zandvoort.
Ringkasan Kejadian
Saat bendera kuning keluar, Colapinto melakukan overtaking terhadap Yuki Tsunoda di tikungan terakhir Zandvoort. Kejadian yang sama juga dialami oleh Lindblad saat dia mendahului Pierre Gasly di trek lurus sebelum garis finish. Walaupun Colapinto berpendapat bahwa penaltinya tidak adil karena dia menerobos sesaat setelah bendera kuning diberlakukan, aturan yang jelas dari FIA memperlihatkan pelanggaran yang dilakukannya.
Reaksi dan Kontroversi
Setelah keputusan penalti itu diumumkan, sponsor Colapinto dari Argentina mempertanyakan integritas steward FIA di media sosial. Isu keadilan dan kejujuran FIA pun menjadi perbincangan hangat di ranah dunia maya. Serangan kepada steward FIA dan tim Alpine terkait perlakuan terhadap Colapinto semakin meruncing dan menimbulkan ancaman di media sosial.
Pernyataan dari Alpine mengindikasikan bahwa meski penalti yang diterapkan pada Colapinto terasa berat, namun hal tersebut dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Keputusan yang konsisten diterapkan pada semua pembalap menjadi pembelajaran bagi tim dan pihak terkait.
FIA sendiri telah mengecam pelecehan online yang dialami oleh steward mereka setelah menerapkan penalti aturan. Mereka menekankan bahwa penentangan terhadap keputusan adalah hal yang wajar di dunia olahraga, namun tidak dapat dibenarkan jika berujung pada ancaman atau serangan personal.
Dalam sorotan yang lebih dalam, terdapat saran bahwa Colapinto dikenakan penalti karena kewarganegaraannya, dengan dugaan adanya bias terhadap pembalap non-Britania. Lindblad, yang mendapat penalti serupa untuk pelanggaran yang sangat mirip, merupakan pembalap asal Inggris.












