Berita  

Manfaat IEU-CEPA Bagi RI: Airlangga Targetkan Ditekan pada Oktober 2026

IEU-CEPA Ditargetkan Ditandatangani Oktober 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menetapkan target untuk penandatanganan perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada bulan Oktober 2026. Proses penyelesaian dokumen IEU-CEPA versi bahasa Inggris saat ini telah masuk tahap akhir. Setelah ditandatangani, perjanjian ini akan diserahkan ke Parlemen Uni Eropa untuk melalui proses ratifikasi.

Proses Ratifikasi IEU-CEPA di Indonesia

Menteri Perdagangan Budi Santoso telah melakukan konsultasi dengan DPR terkait mekanisme ratifikasi IEU-CEPA di dalam negeri. Berdasarkan hasil konsultasi, diputuskan untuk menggunakan mekanisme Peraturan Presiden (Perpres) dalam proses persetujuan perjanjian dagang tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat implementasi IEU-CEPA setelah penandatanganan selesai.

Airlangga optimis bahwa IEU-CEPA akan memberikan manfaat besar bagi hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa, terutama dalam hal peningkatan akses pasar bagi produk-produk Indonesia. Salah satu manfaat utama yang akan dinikmati Indonesia adalah penghapusan tarif bea masuk untuk mayoritas produk ekspornya menuju pasar Eropa.

Pembentukan Joint Task Force untuk Implementasi IEU-CEPA

Untuk memastikan implementasi perjanjian berjalan efektif, Indonesia dan Uni Eropa telah sepakat membentuk joint task force. Tim bersama ini bertugas untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan implementasi yang berkaitan dengan investasi dan kegiatan usaha dari kedua belah pihak. Selain identifikasi, tim juga akan mencari solusi atas hambatan yang dihadapi pelaku usaha dan pemangku kepentingan dari kedua negara.

Uni Eropa menunjukkan minat besar untuk meningkatkan investasi di sektor-sektor strategis di Indonesia, seperti energi terbarukan, digital, keamanan siber, pertanian, kesehatan, hilirisasi industri, mineral kritis, dan perikanan. Hal ini menandakan dorongan kuat dari Uni Eropa untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia.

Source link