Paseban Foundation Bangun Konservasi yang Tidak Bergantung pada Individu

Memulihkan ekosistem Bentang Alam Megamendung bukanlah tugas yang bisa diselesaikan dalam satu masa generasi. Perjalanan konservasi membutuhkan komitmen jangka panjang, bahkan melampaui usia para pencetusnya. Andy Utama, pendiri sekaligus Pembina Paseban Foundation, menyoroti pentingnya kesinambungan dalam kepemimpinan dan pelaksanaan program sebagai fondasi keberhasilan konservasi.

Tema ini menjadi ruh dalam Annual Dinner Paseban Foundation 2026, yang bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional serta dua tahun berdirinya yayasan tersebut. Dalam pidatonya, Andy menggarisbawahi pentingnya menyiapkan generasi penerus. Menurutnya, estafet perjuangan harus diteruskan agar apa yang sudah dibangun tidak terhenti hanya karena pergantian tokoh dan ruang kepemimpinan.

Proses pemulihan ekosistem alam memang memerlukan waktu puluhan, bahkan ratusan tahun, sementara kepemimpinan dan sumber daya cenderung silih berganti dalam waktu lebih singkat. Tanpa regenerasi, kekuatan konservasi berisiko memudar ketika generasi awal telah undur diri.

Andy membangun Paseban Foundation untuk mewadahi kerja konservasi lintas generasi, sekaligus merumuskan Megamendung Century Initiative, sebuah visi pemulihan fungsi ekologis kawasan dalam jangka panjang. Targetnya, kualitas lingkungan di Megamendung bisa kembali menyerupai keadaan alami yang pernah ada satu sampai dua abad lalu. Dengan cakupan durasi seperti ini, konservasi jelas bukan hanya deret aktivitas, melainkan amanah yang diwariskan antar generasi.

Benih regenerasi mulai tumbuh dengan keterlibatan Fifi, putri Andy Utama, dalam beberapa inisiatif Paseban Foundation. Partisipasi tersebut diharapkan membuka jalan bagi generasi baru untuk memahami dan memikul tanggung jawab konservasi.

Akan tetapi, regenerasi sejati tidak hanya soal mewariskan posisi. Ada kebutuhan penting untuk juga mengalihkan pengetahuan, pengalaman lapangan, jaringan, serta kapasitas pengambilan keputusan. Generasi penerus perlu diperkaya pemahaman soal konservasi yang menyentuh ranah sosial, ekonomi, dan kelembagaan.

Kementerian Kehutanan, yang diwakili Indra Exploitasia, menegaskan keterlibatan generasi muda sebagai syarat mutlak. Generasi muda seyogyanya diberikan ruang belajar, terlibat langsung, hingga akhirnya siap mengambil alih sebelum para senior purnatugas. Menurut Indra, alih generasi bukan sekadar pelengkap, tetapi pondasi utama dalam keberlanjutan konservasi.

Proses transfer pengetahuan dan pengalaman harus dibangun melalui interaksi nyata, baik dalam kerja lapangan maupun pengelolaan organisasi. Model yang diterapkan Paseban Foundation berupa kombinasi kegiatan lapangan, pendidikan, penelitian, dan komunikasi pengetahuan kepada publik memperkuat hal tersebut.

Pada momen ulang tahun ke-2, Paseban Foundation juga meluncurkan buku “Lens Chronicle 1: Biodiversity of Paseban” dan “Kepemimpinan Bentang Alam”, serta memutar dokumenter “The Silent Resilience”. Media-media ini menjadi jembatan pengetahuan dari lapangan ke berbagai kelompok. Sebab, konservasi bentang alam sesungguhnya adalah upaya memahami dan menjaga keterhubungan ekosistem, masyarakat, air, dan aktivitas ekonomi yang saling terkait.

Andy menyadari, kerja konservasi perlu didukung aktivitas yang dapat menunjang penghidupan banyak orang. Karena itulah, kegiatan ekonomi ramah lingkungan, seperti pertanian organik, dikembangkan sebagai tumpuan pembiayaan. Terbukti, kebun organik yang dikelola Andy sudah belasan tahun lolos audit tanpa temuan. Model ini membuktikan bahwa kesinambungan konservasi bisa dicapai jika organisasi mampu menjaga standar kerja, memberdayakan masyarakat, dan tetap melindungi fungsi ekologi kawasan.

Di era teknologi saat ini, pelibatan digital menjadi kebutuhan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menggarisbawahi pentingnya menyebarluaskan data hasil pengelolaan konservasi. Ia menilai, teknologi bisa memperluas diskusi publik seputar konservasi sepanjang penggunaannya tetap memerhatikan jejak ekologi. Kolaborasi lintas pihak yang terlibat di Annual Dinner memperlihatkan pentingnya sinergi jangka panjang. Namun, konsistensi, pembagian peran, dan capaian bersama tetap jadi kunci keberlanjutan saat terjadi alih kepemimpinan.

Paseban Foundation sendiri tidak bercita-cita menjadi pusat konservasi tunggal, melainkan menjadi ruang pertemuan berbagai pihak sekaligus penjamin regenerasi kerja di Megamendung. Visi Megamendung Century Initiative barangkali baru dapat dirasakan hasilnya oleh generasi yang kini belum lahir. Karena itulah, warisan terpenting bukan cuma bentang alam yang pulih, melainkan sistem pengetahuan, organisasi yang adaptif, dan generasi pelanjut yang siap menjaga kelestarian.

Sumber: Paseban Foundation Siapkan Regenerasi Konservasi Megamendung Lintas Generasi
Sumber: Paseban Foundation Siapkan Konservasi Megamendung Lintas Generasi