Batasi Konsumsi Matcha untuk Ibu Menyusui

Matcha dan Kafein: Apakah Aman untuk Ibu Menyusui?

Jakarta – Matcha kini menjadi minuman favorit dengan rasanya yang khas dan kandungan antioksidan tinggi. Namun, ibu menyusui sering kali bertanya-tanya apakah aman untuk mengonsumsi matcha dan bagaimana pengaruhnya terhadap bayi.

Boleh Dikonsumsi dalam Jumlah Wajar

Para ahli menyarankan bahwa ibu menyusui dapat mengonsumsi matcha dalam jumlah yang wajar. Meskipun sebagian kafein dari matcha dapat masuk ke ASI, jumlahnya relatif kecil. Asupan kafein harian yang direkomendasikan perlu diperhatikan untuk memastikan bayi tetap sehat.

Perlu diingat bahwa selain matcha, semua sumber kafein lain seperti kopi, teh hitam, minuman energi, soda, atau cokelat juga berkontribusi pada total asupan kafein harian.

Berapa Banyak Matcha yang Aman?

Satu cangkir matcha mengandung sekitar 68 miligram kafein, sementara setengah sendok teh bubuk matcha memiliki kurang dari 40 miligram. Disarankan agar ibu menyusui membatasi konsumsi kafein hingga maksimal 300 miligram per hari, yang setara dengan satu hingga dua cangkir matcha.

Waktu mengonsumsi matcha juga berpengaruh, sebaiknya diminum di pagi atau siang hari untuk menghindari gangguan pola tidur ibu dan bayi.

Mengenal Efek Kafein dalam Matcha

Matcha mengandung L-theanine yang dapat memperlambat penyerapan kafein, sehingga energi yang dihasilkan terasa lebih stabil. Meskipun begitu, penting untuk tetap memperhitungkan kandungan kafein dalam matcha sebagai bagian dari total konsumsi harian.

Bagi ibu yang ingin mencoba matcha saat menyusui, disarankan untuk memulai dari jumlah kecil dan memperhatikan reaksi bayi. Jika bayi menunjukkan tanda sensitivitas terhadap kafein, segera konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi.

Selalu ingat, matcha boleh dikonsumsi selama jumlahnya tidak berlebihan dan dipadukan dengan pola makan yang sehat selama masa menyusui.

Source link