Berita  

Pembaharuan Cepat Dana Pemulihan Pertanian Aceh oleh Kementan

Menteri Pertanian Percepat Pencairan Dana untuk Pemulihan Sektor Pertanian Aceh

Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, menyambut baik penjelasan juru bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengenai mekanisme dukungan Kementerian Pertanian untuk pemulihan sektor pertanian dan perkebunan pascabencana hidrometeorologi di Aceh.

Arief mengungkapkan bahwa total alokasi dukungan pemulihan sektor pertanian di Aceh mencapai Rp1,7 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp530 miliar disalurkan langsung ke daerah untuk kegiatan optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah melalui dana Tugas Pembantuan. Sisanya sebesar Rp1,2 trilliun dikelola melalui satker pusat dan balai di bawah Kementan, berupa alat mesin pertanian serta bibit padi, jagung, dan komoditas lainnya yang langsung disalurkan sebagai manfaat kepada petani di Aceh.

Proses Pencairan Dana Pemulihan Masih Terkendala

Meskipun demikian, pelaksanaan program dari dana Rp530 miliar yang disalurkan langsung ke daerah masih tertinggal. Hingga saat ini, realisasinya baru mencapai 48%, sementara seharusnya sudah selesai bulan Juni lalu. Ada kebutuhan untuk percepatan agar dana tersebut tidak terbuang sia-sia.

Realisasi anggaran melalui Satker dan Balai di bawah Kementan juga mengalami keterlambatan akibat proses usulan penetapan CPCL (calon petani calon lokasi) dari pemerintah daerah yang lambat. Tanpa CPCL lengkap, anggaran tidak dapat dicairkan, sehingga perlu adanya perhatian ekstra dalam menyelesaikan administrasi agar bantuan bisa segera dinikmati para petani terdampak bencana. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga turut mengalokasikan dana pribadi sekitar Rp40 miliar sebagai bentuk kepeduliannya pada masyarakat Aceh.

Komitmen Kementan untuk Bersinergi dengan Pemerintah Aceh

Arief menegaskan komitmen Kementan untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Aceh dan seluruh pemangku kepentingan demi percepatan pemulihan sektor pertanian di Aceh. Semua program pemerintah pusat ini bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat Aceh, sehingga penting untuk mempercepat pencairan dana agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh petani Aceh.

Pertemuan hangat antara Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman diakui sebagai langkah positif dalam mempercepat proses pemulihan. Semangat komunikasi dan kerja sama yang baik diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pertanian dan perkebunan di Aceh demi kepentingan rakyat setempat.

Source link