Operasi Berantas Jaya: Kronologi Kriminal dan Kasus Nikita Mirzani

Sederet Peristiwa Kriminal Terjadi di DKI Jakarta

Pada Jumat (31/7), beberapa peristiwa kriminal terjadi di wilayah DKI Jakarta yang patut dicermati. Mulai dari penangkapan 92 tersangka dalam 68 kasus peredaran obat berbahaya oleh Polres Metro Jakarta Pusat hingga pembantahan intimidasi terhadap Nikita Mirzani di Rutan Pondok Bambu oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DKI Jakarta.

Unsur Polres Jakpus Ungkap Kasus Obat Berbahaya

Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap 68 kasus peredaran obat berbahaya selama tujuh bulan terakhir, yakni Januari hingga Juli 2026. Dalam operasi tersebut, sebanyak 118.494 butir obat daftar G dari berbagai jenis berhasil disita. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menjelaskan bahwa penindakan tersebut dilakukan bersama jajaran polsek untuk melindungi kesehatan masyarakat dari obat-obatan berbahaya.

Operasi Berantas Jaya 2026 Berhasil Menangkap 729 Tersangka

Polda Metro Jaya bersama Polres berhasil menangkap 729 tersangka tindak pidana kejahatan jalanan dan pencurian kendaraan bermotor selama pelaksanaan Operasi Berantas Jaya 2026. Dalam rentang waktu tertentu, yakni 4 hingga 18 Juli 2026, operasi tersebut berhasil mengungkap 769 kasus kejahatan jalanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DKI Jakarta Bantah Intimidasi Terhadap Nikita Mirzani

Kepala Bidang Perawatan, Keamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjen PAS DKI, Edi Sigit Budiman, menegaskan bahwa tidak ada intimidasi terhadap Nikita Mirzani di Rutan Pondok Bambu. Hal ini membantah kabar yang menyebutkan adanya intimidasi terhadap Nikita Mirzani selama masa tahanan di Rutan tersebut.

Polda Metro Jaya juga mengembalikan 67 kendaraan bermotor hasil kejahatan kepada pemilik yang sah sebagai upaya pemulihan hak bagi korban pencurian. Sementara itu, polisi telah mengantongi identitas empat terduga pelaku pembacokan terhadap seorang pelajar di Jakarta Barat dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap para pelaku.

Source link