Puslabfor Polri Dilibatkan dalam Penyelidikan Kematian Sutrimo oleh Polda Metro Jaya
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk menyelidiki penyebab kematian seorang pria bernama Sutrimo yang dianggap mencurigakan. Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Puslabfor dilakukan untuk mendapatkan bukti ilmiah melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) yang telah dilakukan pada Minggu, 26 Juli.
Penyelidikan Secara Mendalam
Budi menegaskan bahwa tim forensik dari Puslabfor telah mengamankan sejumlah sampel dari TKP untuk diperiksa secara cermat di laboratorium guna mengidentifikasi petunjuk atau bukti fisik terkait dengan kematian korban. Proses investigasi ilmiah bersama Puslabfor juga diikuti dengan pengumpulan fakta-fakta lapangan tambahan oleh tim penyidik gabungan.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa berbagai saksi dan mengumpulkan informasi dan petunjuk penting terkait kasus tersebut. Seluruh temuan dan data yang diperoleh akan dianalisis secara transparan demi menentukan penyebab kematian Sutrimo secara objektif.
Olah TKP dan Pengumpulan Barang Bukti
Sebelumnya, kepolisian telah melakukan olah TKP untuk menyelidiki kematian Sutrimo di depan sebuah klinik di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tim Puslabfor terlihat memasuki klinik dengan membawa barang bukti seperti kotak hitam, bantal dengan sprei hijau, dan barang-barang lainnya.
Proses olah TKP ini dilakukan dengan teliti dan diawasi secara ketat untuk memastikan tidak ada informasi yang terlewat. Semua langkah yang diambil oleh kepolisian dan tim forensik bertujuan untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Sutrimo.
Dengan kolaborasi antara Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Puslabfor Polri, diharapkan kasus kematian Sutrimo dapat terungkap secara jelas dan transparan.












