Berita  

Raksasa NATO Siapkan Perang Baru: Ancang Bom Negara Ini

Gugatan Kepemimpinan Transisi Niger Terkait Ancaman Serangan Intelijen Prancis

Pemimpin transisi Niger, Jenderal Abdourahamane Tchiani, angkat bicara terkait dugaan persiapan serangan ketiga yang dilakukan oleh dinas intelijen Prancis. Ancaman ini disampaikan setelah dua gelombang serangan terjadi pada bandara utama di ibu kota Niamey sepanjang tahun ini.

Dalam wawancara di stasiun TV pemerintah RTN untuk memperingati tiga tahun kekuasaan pemerintahan transisi sejak menjatuhkan Presiden Mohamed Bazoum yang didukung Paris, Tchiani kembali menegaskan pernyataannya. Pernyataan ini juga menyusul ketegangan antara Niger dan Prancis setelah kudeta Juli 2023.

Tuduhan Terkait Keterlibatan Intelijen Prancis

Jenderal Tchiani menuduh intelijen Prancis terlibat dalam pengumpulan, pelatihan, dan pemfasilitasan kelompok militan Jama’at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM) yang terafiliasi dengan Al-Qaeda. Meskipun tuduhan ini mendapat sanggahan tegas dari Prancis, Benin, dan Pantai Gading.

Gelombang serangan terakhir pada 18 Juni lalu di Bandara Internasional Diori Hamani di Niamey menewaskan 13 orang, termasuk personel keamanan dan warga sipil. Tchiani mengungkap bahwa serangan ini dirancang untuk menyerang sejumlah titik strategis di Niamey, termasuk bandara internasional, istana kepresidenan, dan pusat pelatihan perwira militer.

Aliansi Negara-Negara Sahel vs. Prancis

Niger, Mali, dan Burkina Faso membentuk Aliansi Negara-Negara Sahel (AES) pada tahun 2023 sebagai respons terhadap kegagalan Prancis menumpas kelompok garis keras di wilayah mereka. AES mengecam agresi dan campur tangan asing yang dianggap merugikan kedaulatan negara-negara Sahel.

Perkembangan konflik ini memberikan gambaran tentang ketegangan antara negara-negara Afrika dan kekuatan kolonial masa lalu. Niger bersama dengan keduanya terus berjuang melawan kekerasan dan ancaman ekstremis.

Source link