Berita  

6 Ancaman Besar Perang AS-Iran, Trump Dihadapkan Padahal

Perang AS-Iran Kembali Memanas, 6 Ancaman yang Membayangi Trump

Jakarta, CNBC Indonesia – Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi mencapai titik balik baru setelah berhentinya gencatan senjata yang berlangsung selama tiga bulan. Pertempuran yang kembali meletus bulan ini tidak menunjukkan tanda-tanda keunggulan strategis bagi kedua belah pihak.

Operasi militer AS saat ini berada dalam posisi ditahan setelah dua pekan berturut-turut melakukan serangan malam hari,” ungkap sumber Departemen Pertahanan AS kepada CNN, Minggu (26/7/2026) waktu setempat.

Akankah Partai Republik Mulai Menekan untuk Mengakhiri Perang?

Bahkan para tokoh Partai Republik yang awalnya mendukung pertempuran kini mulai mempertanyakan secara terbuka durasi perang ini. Pembawa acara Fox News, Laura Ingraham, hingga Ketua DPR AS Mike Johnson menegaskan pentingnya menyelesaikan konflik sebelum Pemilu Sela November mendatang.

“Waktu terus berjalan bagi Presiden Trump untuk keluar dari perang ini sebelum pemilih pergi ke TPS. Partai Republik tidak boleh membiarkan ini menjadi gangguan tanpa akhir,” ujar Laura Ingraham.

Apakah Lonjakan Gugurnya Prajurit AS Makin Memperburuk Persepsi Publik?

Presiden Trump secara terang-terangan merasa cemas bahwa korban jiwa pertama di pihak tentara AS sejak Maret lalu, yakni 4 prajurit tewas sejak serangan berulang dimulai, dapat merusak dukungan publik. Total prajurit AS yang tewas hingga saat ini mencapai 18 orang.

Survei Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa 42% pemilih Republik dan 53% pemilih independen menyatakan jatuhnya korban jiwa prajurit AS akan membuat mereka semakin menolak perang.

“Melonjaknya harga bensin melebihi US$4 per galon akan menyulitkan Trump untuk membela argumen perang di hadapan publik dan sekutunya,” tulis analisis CNN.

Akankah Trump Mengambil Langkah Eskalasi Militer?

Trump selama ini menahan diri dari eskalasi militer skala besar, namun kebuntuan yang terjadi dapat mendorongnya memilih opsi tersebut ketimbang mundur secara memalukan.

“Saya saat ini sedang mempertimbangkan serangan masif yang lebih besar dari yang pernah ada sebelumnya,” ungkap Trump saat diwawancarai Axios.

“Iran pada dasarnya telah denuklirisasi dan aktivitasnya cukup dipantau dari luar angkasa,” dalih Trump beberapa waktu lalu.

Akankah Kongres AS Mengambil Tindakan Nyata?

Kongres AS yang dikuasai Partai Republik mulai menunjukkan kekhawatiran atas dampak perang terhadap Pemilu Sela, meski belum menggunakan wewenang konstitusionalnya secara penuh. Salah satu jalur penekanan adalah melalui penundaan atau penolakan anggaran dana perang.

DPR AS telah meloloskan RUU pendanaan pekan lalu, namun nasib RUU tersebut di tingkat Senat masih belum pasti. Jalur kedua adalah pemungutan suara untuk membatasi wewenang perang presiden melalui War Powers Act.

Source link