Berita  

Perang Saudara Mematikan: Milisi Membantai 18 Polisi & 11 Tentara

Serangan Mematikan di Pakistan, Militer Konfirmasi 18 Polisi Dibunuh

Jakarta, CNBC Indonesia – Militer Pakistan mengonfirmasi bahwa kelompok pemberontak bersenjata telah mengeksekusi mati 18 personel kepolisian yang diculik serta membunuh 11 tentara dalam serangkaian serangan di wilayah barat daya Pakistan.

Kelompok pemberontak tersebut melancarkan serangan penyergapan terpisah pada Rabu (8/7/2026) yang menyebabkan kematian ratusan aparat keamanan serta warga sipil secara agresif.

Personel Kepolisian Dibunuh

Melansir laporan The Associated Press, juru bicara militer Pakistan, Letnan Jenderal Ahmad Sharif Chaudhry, mengumumkan bahwa terdapat 18 polisi yang dieksekusi mati setelah disandera oleh puluhan militan di distrik Ziarat, Balochistan.

Serangan terhadap personel kepolisian ini telah menjadi sorotan utama karena menunjukkan kekejaman kelompok pemberontak tersebut dalam melancarkan aksi teror di Pakistan.

Kedalaman Eskalasi Kekerasan

Peristiwa tragis yang menimpa Pakistan ini telah mengakibatkan total angka kematian mencapai 42 orang akibat rentetan serangan berdarah sejak Senin. Pasukan keamanan Pakistan telah meluncurkan operasi balasan kilat yang sukses menewaskan 54 anggota pemberontak sebagai tindakan tanggap darurat terhadap aksi kekerasan tersebut.

Situasi darurat ini memunculkan negosiasi keras dari pihak militer untuk memburu dan melawan teroris di semua level, termasuk fasilitator mereka dan mereka yang memberikan dukungan logistik.

Sementara otoritas menuding kelompok separatis BLA sebagai dalang di balik aksi kekerasan tersebut, Pakistan juga menuduh adanya keterlibatan intelijen India dalam mendukung kelompok teroris di wilayah perbatasan.

Provinsi Balochistan, episentrum konflik separatisme selama puluhan tahun, menjadi saksi keberanian gerakan militan TTP dalam melancarkan agresi setelah penguasaan kembali Taliban di Afghanistan yang memicu respons militer Pakistan melalui serangan udara lintas batas.

Source link