Berita  

Pasokan Senjata NATO Terancam: Eropa Kehabisan Rudal

Kekhawatiran Eropa: AS Kehabisan Persediaan Senjata untuk NATO

Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah negara Eropa kini dilanda kecemasan luar biasa setelah basis industri pertahanan Amerika Serikat (AS) dilaporkan tidak lagi mampu memasok senjata yang telah dijanjikan kepada sekutu NATO. Krisis pasokan ini terjadi akibat menipisnya timbunan persenjataan Pentagon yang terkuras habis untuk mendanai konflik di Ukraina serta perang dengan Iran. Washington sepanjang tahun ini telah menunda hingga membatalkan pengiriman serangkaian paket persenjataan utama ke Eropa. Alokasi yang tersendat tersebut mencakup rudal penjelajah Tomahawk, artileri roket bergerak Himars, serta rudal Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3).

Kondisi Krisis

AS sendiri diperkirakan telah menghabiskan sekitar 50% dari total 2.330 stok rudal Patriot mereka hingga April tahun ini demi menghadapi perang dengan Iran. Padahal, rudal-rudal interseptor tersebut merupakan pilar krusial untuk menangkal ancaman serangan udara Rusia sekiranya konflik bersenjata meluas ke wilayah Eropa.

Kondisi kritis ini kian nyata setelah bombardir rudal Rusia menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan warga di Ukraina pada hari Senin (6/7/2026) kemarin. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan bahwa militernya gagal mengadang sekitar 23 rudal balistik Moskow yang ditembakkan bersamaan dengan rentetan drone. Kelangkaan rudal pencegat menjadi alasan terbesar kegagalan tersebut.

Reaksi Amerika dan Eropa

Kelangkaan ini memicu kemarahan terpendam di berbagai ibu kota Eropa yang selama ini terpaksa menahan diri demi mencegah keretakan hubungan transatlantik dengan pemerintahan Donald Trump. Terlebih lagi, AS menuntut anggota NATO menaikkan anggaran pertahanan hingga 5% untuk dialokasikan kembali guna membeli senjata buatan Amerika.

Seorang diplomat Eropa mengungkapkan ada lima hingga enam masalah sekaligus yang memperparah situasi ini, mulai dari penipisan stok akibat perang Iran dan Ukraina, hingga kebijakan AS memindahkan sumber daya militer ke Asia. Eropa sadar posisi mereka bukan lagi prioritas utama bagi Washington karena pasokan baru lebih didahului untuk sekutu seperti Israel.

Mantan penasihat keamanan nasional AS, Phil Gordon, menambahkan bahwa kelangkaan ini murni terjadi karena keterbatasan fisik komoditas senjata, bukan karena faktor pilih kasih. Kesimpulan nyata dari hal ini adalah bahwa orang-orang Eropa harus menjadi lebih mandiri dan mengandalkan satu sama lain. Zelensky menegaskan perlunya dukungan NATO untuk melindungi nyawa orang-orang biasa di Ukraina.

Source link