Berita  

Gempa Dahsyat Venezuela M 7,5: Korban Tewas Potensial Capai 100.000

Gempa Besar Guncang Venezuela: Korban Mencapai Puluhan Ribu Orang

Jakarta, CNBC Indonesia – Venezuela dilanda bencana besar setelah dua gempa bumi kuat mengguncang wilayah barat ibu kota Caracas pada Rabu (25/6/2026) sore waktu setempat. Guncangan yang menyebabkan bangunan runtuh, warga terjebak di bawah puing-puing, serta kerusakan luas di berbagai wilayah itu memicu peringatan dari para ilmuwan bahwa jumlah korban dapat mencapai puluhan ribu orang.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas. Kurang dari satu menit kemudian, wilayah tersebut kembali diguncang gempa kedua yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5.

USGS memperingatkan bahwa dampak bencana tersebut berpotensi sangat besar. “Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas sangat mungkin terjadi dan bencana ini kemungkinan bersifat meluas,” kata USGS, dikutip dari Reuters.

Venezuela Darurat Nasional: Bantuan Pendanaan Mulai Ditunggu

Lembaga tersebut pada estimasi awalnya memperkirakan jumlah korban tewas kemungkinan berada pada rentang 10.000 hingga 100.000 orang. Menanggapi situasi darurat tersebut, Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan pemerintah akan menetapkan status keadaan darurat nasional serta meminta bantuan pendanaan dari berbagai organisasi multilateral untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.

Di negara bagian pesisir Falcon, Gubernur Victor Clark mengatakan sedikitnya 22 orang mengalami luka-luka akibat gempa. Selain itu, tim penyelamat masih mencari 15 orang dewasa yang dilaporkan hilang.

Warga Venezuela Berhamburan ke Jalan: Kegelisahan dan Kepanikan

Gempa terjadi saat banyak warga Venezuela sedang berada di rumah dalam rangka hari libur nasional yang memperingati kemenangan militer tahun 1821 yang membantu negara itu memperoleh kemerdekaan dari Spanyol. Astrid Ramirez, seorang pekerja periklanan berusia 41 tahun yang tinggal di Caracas bagian barat, menggambarkan kepanikan yang terjadi sesaat setelah gempa mengguncang.

Maria Romero, pensiunan berusia 80 tahun yang tinggal di Caracas bagian selatan, mengatakan polisi membantu mengevakuasinya keluar dari rumah. “Gempa ini mengerikan, bahkan lebih buruk dibandingkan yang terjadi pada tahun 1967,” katanya.

Seorang pekerja kantoran berusia 41 tahun yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat menerima peringatan gempa melalui telepon genggamnya beberapa saat sebelum guncangan besar terjadi.

Rumah Sakit Penuh, Bandara Ditutup, dan Peringatan Tsunami Dicabut

Di Caracas, sejumlah mobil pemadam kebakaran terlihat beroperasi di berbagai lokasi. Beberapa gedung dilaporkan mengalami kerusakan berat pada bagian fasad. Seorang pekerja di Hospital de Clinicas Caracas mengatakan seluruh staf diminta menggandakan jumlah petugas pada shift malam guna menangani lonjakan pasien korban gempa.

Bandara terbesar Venezuela yang berada di Maiquetia, di pesisir utara Caracas, juga ditutup akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa, kata Rodriguez. Pemerintah turut membatalkan seluruh kegiatan belajar mengajar hingga akhir pekan ini sembari melakukan pendataan tingkat kerusakan di berbagai wilayah.

Tak lama setelah gempa terjadi, Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat sempat mengeluarkan ancaman tsunami untuk sejumlah pulau tetangga. Namun sekitar satu jam kemudian, peringatan tersebut resmi dicabut.

Venezuela memang berada di kawasan yang aktif secara seismik dan rawan gempa bumi. Tragedi ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi bencana alam yang tak terduga.

Source link