Parker Kligerman Calls Out Adam Andretti for Reckless Behavior

Parker Kligerman Geram pada Adam Andretti setelah Insiden di Balapan NASCAR Truck

Pada balapan NASCAR Truck di Pangkalan Angkatan Laut Coronado, San Diego, Parker Kligerman berakhir dengan kemarahan akibat insiden yang melibatkan Adam Andretti (keponakan Mario Andretti dan putra Aldo Andretti).

Kligerman berhasil memenangkan Tahap 2 balapan Truck tersebut, namun ia terdampar di tengah paket pembalap dalam beberapa lap terakhir. Di situlah ia mengalami insiden yang membuatnya marah dengan Andretti. Kligerman kemudian menghadapi Andretti di pit road setelah balapan, namun tidak ada titik temu yang dicapai dalam konfrontasi panas tersebut.

Frustrasi Kligerman

Dalam wawancara dengan Matt Weaver dari Motorsport.com pasca balapan, Kligerman menjelaskan sumber frustrasinya, “Jadi, saya berada berdampingan dengan 76 [Nathan Nicholson], kami mendekati lapangan, menuju ke apa yang akan menjadi, izinkan saya menghitungnya, (Belokan) 9. Ini belokan tajam, gigi pertama, kami berdampingan, kami memasuki belokan dan kami disambar oleh mobil putih ini.”

Setelah balapan, Nicholson meminta maaf kepada Kligerman, namun Kligerman dengan jelas menyatakan bahwa ia bukanlah yang harus disalahkan atas insiden tersebut. “Saya melihat siapa pelakunya. Jangan khawatir. Saya bisa melihat sepanjang waktu, pria ini [Andretti] mengemudi dengan ceroboh. Jadi akhirnya, saya menyampainya kepadanya, saya kecewa, mendorongnya keluar jalur, dan melanjutkan perjalanan saya dengan senang hati.”

Adam Andretti dan Insiden Miring

Andretti sendiri merupakan rookie di Seri Truck tahun ini dan baru melakukan balapan kelima dalam kariernya. Namun, tindakan kontroversialnya terhadap Kligerman membuatnya mendapat sorotan. Keberhasilan Andretti finis di posisi 14 sementara Kligerman finis di posisi 18.

Meskipun Andretti membela diri dengan beberapa argumen, balapan tersebut tetap meninggalkan kesan buruk bagi nama keluarga terkenalnya. Namun, Kligerman tetap menunjukkan sikap profesionalisme dan etika balap yang tinggi meskipun merasa terganggu dengan tindakan Andretti.

Source link