Berita  

Chaos di Negara: Perang Saudara Pecah Usai Presiden Meningkatkan Masa Jabatan

Kekerasan Memuncak di Mogadishu, Somalia

Jakarta, CNBC Indonesia – Situasi keamanan di ibu kota Somalia, Mogadishu, memanas setelah pasukan pemerintah dan milisi oposisi terlibat baku tembak sepanjang malam hingga Kamis (4/6/2026) pagi. Bentrokan tersebut menyebabkan kerusakan properti, membakar kendaraan lapis baja, melukai warga sipil, dan memaksa sebagian penduduk meninggalkan rumah mereka.

Bentrokan Pasukan Pemerintah dan Milisi Oposisi

Gelombang kekerasan di Mogadishu terjadi menjelang rencana demonstrasi besar pada Kamis yang menentang keputusan Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, untuk tetap menjabat setelah masa jabatannya berakhir bulan lalu. Ketegangan politik meradang setelah parlemen menyetujui perubahan konstitusi yang memungkinkan Mohamud memperpanjang masa jabatannya. Pertempuran terjadi di distrik Howlwadag dan Abdiasis di Mogadishu antara pasukan pemerintah dan milisi pendukung oposisi.

Keterangan dan Tuduhan Para Tokoh

Sejumlah keterangan warga dan tuduhan muncul dalam upaya menjelaskan kekerasan tersebut. Mantan Presiden Somalia, Sharif Sheikh Ahmed, menuduh pasukan pemerintah menyerang kediamannya. Sementara mantan Perdana Menteri Somalia, Hassan Ali Khaire, mengklaim pemerintah menggunakan persenjataan berat di kawasan padat penduduk untuk menyerangnya dan Ahmed.

Warga Mogadishu, Ismail dan Farah, memberikan kesaksian tentang kondisi mencekam di tengah pertempuran. Mereka menggambarkan bagaimana warga sipil menjadi korban dalam konflik tersebut.

Reaksi Internasional

Kekerasan terbaru di Mogadishu memperoleh reaksi internasional. Kedutaan Besar AS di Mogadishu mengutuk kekerasan dan menyerukan pemimpin Somalia untuk menjaga stabilitas dan menyelesaikan perbedaan secara damai. Pemerintah Inggris juga mengungkapkan keprihatinan serupa dan menekankan pentingnya menahan diri dan berdialog dalam menyelesaikan perbedaan politik.

Situasi di Somalia semakin rumit dengan adanya konflik internal, ancaman al-Shabaab, dan ketidakstabilan politik yang terus berlangsung. Kehadiran pasukan pemerintah dan milisi oposisi di jalanan Mogadishu semakin memperumit situasi dan meningkatkan ketegangan di negara itu.

Perkembangan terkini ini memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas dan kedamaian di Somalia, yang telah lama dilanda konflik bersenjata dan ketidakpastian politik.

Source link