Berita  

Bupati Blora Sidak Pasar Pon Idul Adha: Penjualan Meningkat?

Bupati Blora Sidak Pasar Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Jakarta, CNBC Indonesia – Untuk memastikan kondisi hewan kurban sehat dan layak jual jelang Idul Adha, Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pon Blora, Sabtu (16/5). Sidak dilakukan bersama Sekretaris Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora Lilik Setyawan, SP, Kabid Kesehatan Hewan drh. Rasmiyana, serta tim kesehatan hewan.

Transaksi Hewan Kurban Meningkat Tajam

Jelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas jual beli hewan kurban di Pasar Pon Blora meningkat tajam. Dalam satu hari, transaksi sapi di pasar hewan terbesar di Kabupaten Blora itu bahkan diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Hari ini kami mengadakan tinjauan terkait kesiapan menjelang Idul Adha, kurang dua pasaran Pon lagi. Hari ini transaksi hampir mencapai 600 ekor lebih. Kalau rata-rata harga per ekor Rp 15 juta, berarti hampir ada 9-12 miliaran rupiah perputaran ekonomi di sini. Bahkan tadi ada yang terjual sampai Rp 25 juta,” ungkap Bupati Arief Rohman di sela-sela sidak.

Menurut Bupati Arief, tingginya aktivitas perdagangan hewan kurban tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Blora. Pedagang yang datang pun tidak hanya berasal dari Blora, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Pati, Solo, hingga Boyolali.

Pemeriksaan Kesehatan Hewan dengan Teliti

Di Pasar Pon Blora, jenis sapi yang paling banyak diperjualbelikan untuk kebutuhan kurban antara lain sapi Limousin, Simental, dan Peranakan Ongole (PO). Mayoritas sapi yang dijual merupakan sapi jantan dengan bobot berkisar 400 hingga 600 kilogram.

Dalam sidak tersebut, Bupati Arief bersama petugas kesehatan hewan memantau proses pemeriksaan kesehatan ternak yang masuk ke area pasar. Setiap sapi dilakukan penyemprotan disinfektan serta pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan sapi bunting.

Bupati Arief mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di tempat resmi dan memastikan ternak yang dibeli memiliki surat keterangan kesehatan dari petugas berwenang. Dengan adanya pemeriksaan yang teliti, diharapkan masyarakat dapat memperoleh hewan kurban yang aman, sehat, dan layak untuk dikurbankan.

Disamping pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang dan pembeli mengenai ciri-ciri hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat, seperti usia hewan yang cukup, kondisi fisik tidak cacat, serta memiliki nafsu makan yang baik.

Source link