China Kirim Bahan Baku Narkoba ke Indonesia Melalui Ekspedisi
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ari Galang Saputro, mengungkapkan bahwa bahan baku narkoba jenis etomidate masuk ke Indonesia dari China melalui jalur ekspedisi yang dipesan oleh warga negara China berinisial CH (51). Penyelidikan menunjukkan bahwa bahan baku etomidate dikirim menggunakan jasa ekspedisi dari China.
Bahan baku tersebut kemudian disamarkan dengan kemasan bumbu dapur seperti turmeric powder dan dhania powder untuk menghindari deteksi oleh petugas. Pelaku CH (51) yang telah ditangkap bertugas sebagai peracik dan pembuat etomidate di dalam apartemennya. Dia memproduksi narkoba tersebut dengan cara meracik, memasak, hingga mengemasnya siap edar.
Harga dan Omzet Bisnis Narkoba Etomidate
Menurut Ari, catridge etomidate dijual dengan harga Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per buah. Dalam tiga bulan menjalankan bisnis haram ini, pelaku berhasil mencapai omzet lebih dari Rp2 miliar. Polisi berhasil mengamankan 824 etomidate siap edar dari pelaku.
Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara telah melakukan penangkapan terhadap CH (51) di sejumlah apartemen di Jakarta Utara. Pelaku tersebut memproduksi 824 buah narkoba etomidate siap edar senilai lebih dari Rp2 miliar dengan sistem produksi rumahan.
Polisi berhasil menemukan pelaku di sebuah hotel dan apartemen di kawasan Ancol pada 25 April 2026, dan melakukan pengembangan ke lokasi lain yang diduga sebagai lokasi pabrik pembuatan etomidate.












