Berita  

7 Hari Drama AS-Iran di Selat Hormuz: Aksi Trump Membingungkan

Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mencapai Puncaknya

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang sangat dinamis dan membingungkan dalam sepekan terakhir. Negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait blokade Selat Hormuz terus diwarnai oleh aksi saling serang, peluncuran operasi militer baru, hingga ancaman penghancuran total dari Presiden Donald Trump.

Aksi Kedua Pihak dalam Gencatan Senjata

Menurut laporan The Guardian, awalnya kondisi tampak tenang dengan gencatan senjata yang bertahan. Namun, AS baru-baru ini meluncurkan “Project Freedom” yang dimaksudkan untuk memecah kebuntuan di Selat Hormuz yang selama ini dicekik oleh Iran.

Sementara AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai respons terhadap situasi tersebut. Berikut kronologi peristiwa yang mengguncang pasar energi dunia:

Peristiwa Penting Selama Seminggu Terakhir

1 Mei 2026
Awal Mei dimulai dengan gencatan senjata yang masih bertahan. Trump menyatakan permusuhan AS terhadap Iran telah “dihentikan”, namun negosiasi masih terus berlangsung. Di sisi lain, Pentagon mengumumkan rencana penarikan 5.000 tentara dari Jerman.

2 Mei 2026
Trump membanggakan operasi penyitaan kapal Iran sebagai bisnis yang sangat menguntungkan. Harga minyak pun turun pada posisi US$110 per barel.

3 Mei 2026
Peluncuran “Project Freedom” oleh AS untuk memandu kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz. Respons dari Iran dan Uni Emirat Arab tidak terpantau baik.

4 Mei 2026
Operasi “Project Freedom” dimulai dengan tegang. AS melaporkan kesuksesan menghancurkan kapal Iran, sementara Iran membantah. Trump mengancam pemusnahan total jika AS diserang.

5 Mei 2026
Menteri Pertahanan AS menyatakan sukses memastikan jalur melalui selat tersebut. Namun, Trump tiba-tiba menghentikan “Project Freedom” untuk memberikan ruang negosiasi.

6 Mei 2026
Rumor kesepakatan perdamaian muncul, namun Trump memperingatkan jika Iran menolak, “Epic Fury” akan dimulai kembali. Harga minyak turun dan kembali naik akibat ketidakpastian.

7 Mei 2026
Anggota Arab Saudi mengancam AS, Trump menawarkan kesepakatan baru tanpa kejelasan. Ketegangan di Selat Hormuz memanas kembali dengan saling serang antara pasukan AS dan Iran.

Situasi yang semakin memanas di Timur Tengah tentunya memberikan dampak signifikan terhadap pasar minyak dunia dan geopolitik global. Kita tunggu bagaimana perkembangan selanjutnya dari konflik ini.

Source link