Berita  

Rahasia Tragis: Mesin Pesawat Dimatikan Saat Terbang

Kecelakaan Maut Pesawat China Eastern Airlines: Fakta Terbaru & Investigasi

Jakarta, CNBC Indonesia – Data terbaru dari penyelidikan Amerika Serikat (AS) mengungkap fakta mengejutkan terkait kecelakaan maut pesawat China Eastern Airlines. Pasokan bahan bakar ke dua mesin pesawat Boeing 737-800 disebut dimatikan saat pesawat masih mengudara sebelum akhirnya jatuh dan menewaskan seluruh 132 orang di dalamnya.

Temuan Investigasi Terbaru

Dalam laporan Reuters, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (National Transportation Safety Board (NTSB)) mengungkap bahwa tidak ditemukan masalah keselamatan maupun kerusakan teknis pada pesawat tersebut. Fokus investigasi kini adalah perpindahan sakelar bahan bakar mesin yang terjadi saat pesawat berada di ketinggian jelajah.

Menurut NTSB, saat pesawat berada pada ketinggian 29.000 kaki, sakelar bahan bakar pada kedua mesin bergerak dari posisi ‘run’ ke posisi ‘cutoff’, menyebabkan kecepatan mesin menurun. Data tersebut diperoleh dari perekam data penerbangan yang dianalisis di laboratorium NTSB.

Pembaharuan Investigasi

Laporan ini menjadi pembaharuan signifikan sejak kecelakaan tersebut terjadi lebih dari empat tahun lalu. Sebelumnya, regulator penerbangan China tidak merilis pembaruan investigasi selama dua tahun berturut-turut. Penyelidik sebelumnya memusatkan perhatian pada tindakan awak pesawat, tanpa menemukan indikasi adanya kerusakan teknis.

Kecelakaan pesawat yang disengaja termasuk jarang terjadi dalam dunia penerbangan. Kasus China Eastern ini juga mengingatkan pada investigasi kecelakaan pesawat Air India di Ahmedabad, India, yang menewaskan 260 orang. Hingga saat ini, Administrasi Penerbangan Sipil China maupun China Eastern Airlines belum merilis laporan lengkap terkait penyebab kecelakaan MU5735.

Kasus China Eastern muncul dengan kemiripan investigasi kecelakaan pesawat lainnya yang menunjukkan bahwa keamanan penerbangan tetap menjadi tantangan yang harus diatasi secara serius.

Source link