Sebastien Buemi Kritik Balapan Formula E Bergaya Konvoi di Berlin sebagai Terlalu Berlebihan
Sebastien Buemi, pembalap veteran Formula E, mengkritik tingkat balapan bergerombol yang terjadi dalam Berlin E-Prix, menyebut para pembalap seolah berlari dalam “konvoi” sepanjang balapan.
Pada double-header akhir pekan lalu di Jerman, beberapa pembalap dengan sengaja melepaskan posisi di lintasan dan mundur ke posisi bawah untuk menghemat energi, sehingga membuat kelompok pembalap sangat terkumpul.
Peloton di Berlin
Mengikuti strategi ini, setelah Nico Muller berhasil melakukannya dengan sempurna untuk meraih kemenangan perdana Formula E-nya pada Sabtu, beberapa pembalap mengikuti strategi yang sama pada Minggu. Beberapa pembalap, termasuk pemenang lomba Mitch Evans, bahkan mengakui mengemudi lambat dalam kualifikasi untuk memulai dari posisi belakang, memungkinkan mereka untuk menghemat energi di awal balapan.
Hal ini menyebabkan seluruh kelompok pembalap terkumpul selama sepertiga pertama balapan, sebelum kemudian memulai menggunakan mode serangan untuk bergerak ke depan.
Situasi tersebut juga mengakibatkan sejumlah tabrakan, dengan Buemi terlibat dalam insiden empat arah di awal balapan sebelum bertabrakan lagi dengan Nick Cassidy dari tim Citroen, yang mengalami kerusakan sayap depan.
Tanggapan Buemi dan Pembalap Lain
Buemi menganggap bahwa kombinasi antara layout jalur Berlin dan penghematan energi ekstrem mendorong balapan bergerombol terlalu jauh. Ia mengatakan, “It’s bad because you drive in a convoy for like 20 minutes and of course, contact will happen.”
Selain Buemi, pembalap lain yang tidak menyukai gaya balapan peloton di Berlin adalah Dan Ticktum dari tim Cupra Kiro. Sementara pembalap Mahindra, Nyck de Vries, yang terlibat dalam tabrakan awal dengan Buemi, Cassidy, dan rekan setimnya Edoardo Mortara, juga menyatakan bahwa balapan tersebut sangat sulit.












