Panggung ketahanan dunia kembali diguncang, bukan oleh aksi di lintasan, melainkan oleh keputusan yang justru datang dari balik meja regulasi. Persetujuan baru antara FIA dan ACO soal dokumentasi Balance of Performance (BoP) di World Endurance Championship memicu gelombang kritik karena mulai 2026 seluruh tabel BoP akan dirahasiakan sepenuhnya. Artinya, publik kehilangan akses untuk menilai bagaimana kompetisi itu benar-benar dibentuk.
BoP Masuk Ruang Tertutup
Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya menjaga stabilitas di paddock, namun bagi banyak pengamat justru menciptakan jarak yang makin lebar antara penyelenggara dan publik. Bruno Famin, direktur pelaksana ACO yang membawahi kompetisi, membela kebijakan itu dengan alasan untuk mencegah kesalahpahaman. Ia menilai kompleksitas teknis BoP terlalu rumit untuk dipahami pihak luar.
Masalahnya, keputusan tersebut membuat dasar fakta yang selama ini bisa dipantau ikut menghilang. Berat mobil, kurva daya, hingga alokasi energi tak lagi terbuka untuk diuji secara independen. Di tengah olahraga motor yang makin mengedepankan data, langkah mundur ini terasa kontras, apalagi di kawasan Eropa yang menjunjung transparansi dan kebebasan berekspresi.
Analisis Publik Kehilangan Pegangan
Selama ini, media dan penggemar masih punya pijakan untuk membaca performa tim secara objektif. Tanpa dokumen BoP, ruang analisis itu menyempit drastis. Setiap hasil balapan bisa dengan mudah diperdebatkan, tetapi sulit dibuktikan. Spekulasi yang justru ingin dibendung penyelenggara tampaknya akan tumbuh lebih liar ketika data resmi tak lagi tersedia.
Kasus Genesis GMR-001 menjadi contoh yang paling sering disorot. Dugaan bahwa Genesis menerima BoP paling tidak menguntungkan di Imola karena minimnya data historis kini tak lagi bisa diverifikasi secara terbuka. Kecepatan GMR-001 pun berisiko dibaca hanya sebagai tebakan, bukan hasil evaluasi berbasis angka.
Di sisi lain, analisis objektif seperti yang pernah dilakukan Motorsport.com terhadap rasio daya terhadap berat selama ini menjadi alat penting bagi publik untuk memahami konteks performa. Kebutuhan akan pengawasan seperti itu juga tercermin di IMSA, ketika meski dijanjikan jendela performa yang ketat, delta rasio daya terhadap berat sempat melebar hingga maksimum 0,311kg/kW hanya dalam dua balapan.
Le Mans Ikut Terdampak
Dampak kebijakan ini tak berhenti di WEC secara umum. Le Mans, sebagai etalase terbesar ajang ketahanan, berpotensi ikut terseret ke dalam sistem yang makin tertutup. Bruno Famin sendiri mengakui bahwa penyelenggara belum siap berkomitmen pada proses BoP tertentu untuk Le Mans. Tanpa pengawasan publik, FIA dan ACO akan memiliki ruang lebih besar dalam menerapkan serta menjelaskan keputusan secara internal kepada pabrikan dan tim.
Antonello Coletta, bos WEC Ferrari, sudah lebih dulu memberi sinyal kekhawatiran. “Jelas bahwa kita semua ingin mengetahui lebih banyak tentang latar belakang persaingan. Sayangnya, ini adalah aspek yang akan hilang dari narasi balapan,” ujarnya.
Perubahan ini membuat WEC bergerak ke arah yang lebih sulit diaudit. Jika selama ini publik masih bisa meninjau ulang keputusan setelah balapan, mulai 2026 ruang itu akan tertutup. Yang tersisa bukan hanya debat tentang siapa tercepat, tetapi juga pertanyaan yang lebih mendasar: sejauh mana hasil di lintasan masih bisa dipisahkan dari keputusan yang dibuat di ruang tertutup. Source link










