Berita  

Eks Menhan Israel Akui Kekalahan dari Hizbullah: Fakta Militer Terungkap

Mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengakui bahwa kemampuan militer Hizbullah telah diremehkan sejak awal perang berkecamuk. Dalam sebuah wawancara, Yoav Gallant menyoroti adanya kesenjangan strategis di dalam tubuh pasukan Israel terkait penilaian mereka terhadap kelompok perlawanan Lebanon tersebut. Ia juga mencatat bahwa kegagalan Hizbullah dalam merespons insiden sebelumnya membuat sejumlah pejabat Israel terlena dan percaya bahwa kelompok tersebut tidak akan melakukan aksi balasan di masa depan.

Gallant menekankan pentingnya keselarasan tujuan dari kepemimpinan politik hingga komando lapangan dalam operasi militernya. Operasi darat juga harus mengutamakan jaminan keamanan bagi penduduk Israel di wilayah Utara. Di sisi lain, Komandan Komando Utara militer Israel, Ravil Milo, mengakui bahwa militer Israel terkejut dengan kemampuan Hizbullah dalam membangun kembali kekuatannya. Ia juga menyoroti kesenjangan antara ekspektasi Israel sebelumnya dengan realitas kekuatan Hizbullah saat ini.

Pensiunan Mayor Jenderal Giora Eiland juga mengakui bahwa Israel kini menghadapi dilema strategis di dua front sekaligus, yakni Iran dan Lebanon. Eiland memperingatkan bahwa perang yang berkepanjangan dapat menempatkan Israel dalam posisi yang sangat sulit. Pernyataan ini muncul di tengah serangan Israel di Lebanon dan agresi Amerika Serikat-Israel terhadap Iran. Sementara itu, kelompok Hizbullah terus melawan serbuan Israel di Lebanon Selatan dan melancarkan serangan balasan ke wilayah Utara serta wilayah pendudukan Palestina.

Source link