Ayao Komatsu memilih meredam kepanikan setelah insiden yang melibatkan Oliver Bearman dan Franco Colapinto di Grand Prix Jepang. Bos Haas Formula 1 itu menilai, reaksi tergesa-gesa justru berisiko melahirkan keputusan yang keliru, terutama ketika persoalan ini menyangkut arah regulasi 2026 yang sudah sejak lama memicu perdebatan di paddock.
Insiden di Suzuka yang memicu perdebatan
Peristiwa itu terjadi di sektor dua Suzuka, ketika Bearman berada sekitar satu detik di belakang Alpine, lalu mendadak mendekat di tikungan Spoon. Saat Colapinto sedang mengumpulkan energi, terjadi selisih kecepatan hingga 45 km/jam. Situasi tersebut memaksa pembalap Haas itu menghindar, sebelum mobilnya mendarat di rumput dan berputar ke pagar dengan benturan 50G. Insiden ini kembali menyorot bahaya dari perbedaan kecepatan penutupan yang belakangan jadi sorotan besar di Formula 1.
Komatsu: jangan buru-buru ubah aturan
Masalah kecepatan penutupan sebenarnya sudah menjadi pembicaraan sejak pramusim. Kondisi itu makin rumit karena para pembalap memakai strategi manajemen baterai yang berbeda-beda. Franco Colapinto menyebut situasinya bisa menjadi “sangat berbahaya”, Carlos Sainz menilai tabrakan seperti itu tinggal menunggu waktu, sementara Lando Norris mengatakan para pembalap seolah berada pada “belas kasihan” unit tenaga.
Desakan untuk mengubah aturan pun menguat, termasuk setelah adanya batasan pemulihan energi pada sesi kualifikasi. Namun, Komatsu menegaskan F1 tak boleh mengambil langkah hanya karena satu insiden. Kepada Sky Sports, ia mengatakan semua pihak perlu melihat persoalan ini dari berbagai sisi sebelum menentukan arah perubahan.
F1 diminta cari solusi yang tepat
“Kami melihatnya dari semua dimensi karena, ketika kami melakukan perubahan, kami harus melakukan pilihan yang benar,” ujar Komatsu. Ia menambahkan, F1 tidak bisa terburu-buru mengambil tindakan lalu beberapa balapan kemudian menyadari keputusan itu salah. Menurutnya, hal positif dari situasi ini adalah kerja sama yang terbuka antara tim, FIA, F1, dan para produsen unit tenaga.
Komatsu percaya komunitas F1 pada akhirnya akan menemukan solusi yang tepat untuk hal-hal yang memang perlu diperbaiki. Pendapat itu muncul di tengah regulasi baru yang membuat banyak pihak terbelah, terutama karena ketergantungan yang makin besar pada energi listrik. Max Verstappen bahkan menilai perubahan drastis diperlukan. Meski begitu, Komatsu melihat masalah ini lebih sebagai soal penyesuaian, bukan tanda bahwa sistemnya sudah rusak total, termasuk pada kondisi kualifikasi yang memungkinkan pembalap mengangkat pedal gas lebih lambat di tikungan-tikungan Suzuka.
Source link












