Menurut analis F1 TV dan pembalap Alex Brundle, para pembalap Formula 1 saat ini menghadapi tingkat kelelahan mental yang besar selama grand prix. Brundle mencatat tren di antara para pembalap setelah Grand Prix Jepang, di mana dia menyatakan bahwa setiap pembalap terlihat sangat lelah setelah lomba. Sebagai juara 1997, Jacques Villeneuve, yang bergabung dengan F1 TV untuk analisis pasca perlombaan, menambahkan bahwa kelelahan yang dirasakan pembalap bukanlah dari segi fisik, melainkan dari segi mental. Hal ini dikarenakan kompleksitas mobil yang semakin meningkat akibat era regulasi baru.
Mantan juara 1996 dan mantan rekan setim Villeneuve di Williams, Damon Hill, juga ikut serta dalam percakapan tersebut. Hill mengamini bahwa para pembalap saat ini menghadapi beban pikiran yang sangat besar dengan begitu banyak tugas yang harus dipikirkan saat balapan. Pembalap Racing Bulls, Liam Lawson, bahkan mengakui bahwa ia merasa “mentally drained” setelah Grand Prix Jepang, karena jumlah aspek yang harus dipikirkan pembalap di balik kemudi mobil dengan regulasi baru yang begitu banyak. Dengan pengalaman tersebut, Lawson merasa bahwa balapan tahun ini benar-benar menantang.
Perubahan aturan regualsi di Formula 1 telah membuat mobil menjadi jauh lebih kompleks, dengan adanya energi peregenerasi, Mode Overtake, penggunaan tombol boost, dan perubahan lainnya. Hal ini menuntut para pembalap untuk mampu mengelola aspek-aspek tersebut dengan baik, meningkatkan tekanan mental yang harus dihadapi di Grand Prix.












