Oscar Piastri Impresses at Suzuka: McLaren Shows Strength, Says Chandhok

McLaren memang belum sepenuhnya keluar dari bayang-bayang para rivalnya, tetapi Grand Prix Jepang memberi sinyal yang lebih meyakinkan: tim asal Woking itu punya dasar kecepatan yang bisa diandalkan. Penilaian itu datang dari mantan pembalap Formula 1 sekaligus analis Sky Sports, Karun Chandhok, yang menilai hasil Oscar Piastri dan Lando Norris di Suzuka cukup untuk menunjukkan bahwa McLaren masih layak diperhitungkan.

Finis kedua dan kelima jadi sinyal kebangkitan

Piastri dan Norris menuntaskan balapan masing-masing di posisi kedua dan kelima, hasil yang menghadirkan poin ganda untuk McLaren setelah awal musim yang tidak mudah bagi tim besutan Zak Brown. Bagi Chandhok, capaian itu bukan sekadar angka di klasemen, melainkan bukti bahwa peningkatan performa mobil mereka mulai terasa nyata.

Grand Prix Jepang juga menjadi balapan pertama Piastri pada musim 2026, sementara Norris menjalani start grand prix keduanya. Jika melihat posisi start, hasil akhir itu masih bisa dianggap masuk akal. Namun, cerita berubah setelah lap pertama, ketika keduanya sudah berada di posisi pertama dan ketiga. Dari titik itu, ekspektasi terhadap McLaren otomatis naik.

Chandhok: McLaren sudah punya kecepatan untuk bertahan

Chandhok menilai performa Piastri memberi pesan penting bahwa McLaren kini memiliki kecepatan yang cukup untuk tetap berada dalam pertarungan. Ia menyebut, bila sebelum balapan ada yang berkata McLaren akan finis kedua dan kelima, hasil itu mungkin langsung diterima. Tetapi setelah melihat mereka memimpin sejak awal, peluang untuk meraih hasil lebih besar sebenarnya sempat terbuka.

“Dan seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, saya pikir mereka telah mengalami kemajuan. Saya pikir Oscar menunjukkan bahwa mereka memiliki kecepatan yang cukup untuk bertahan,” kata Chandhok.

Mercedes masih terlalu kuat di ritme balapan

Meski begitu, Chandhok juga menggarisbawahi bahwa McLaren belum menjadi tim tercepat di lintasan jika dibandingkan Mercedes. Menurutnya, kecepatan balap Mercedes terlihat sangat kuat, terutama setelah safety car keluar menyusul insiden Oliver Bearman yang menabrak pembatas.

Setelah safety car kembali ke pit, Kimi Antonelli disebut mampu mencatat waktu sekitar setengah detik lebih cepat per lap dalam kondisi lintasan bersih hingga balapan usai. Chandhok menjelaskan bahwa masih ada 25 lap tersisa saat safety car pergi, dan Antonelli berhasil memangkas jarak 13 detik, atau kira-kira setengah detik per lap.

“Di sinilah Mercedes berada dalam hal kecepatan balapan. Tapi saya tidak yakin itu akan cukup untuk menyalipnya, karena George tidak menyalipnya sebelumnya. Antonelli lebih cepat dari George, mungkin dia bisa lebih agresif. Namun, jika mereka mendapat posisi jalur, setidaknya mereka berada di level tersebut di lintasan seperti ini di mana mereka bisa bertahan,” ujarnya.

Dengan hasil di Suzuka, McLaren pulang membawa bukti bahwa mereka tak lagi sekadar bertahan. Namun, komentar Chandhok juga menegaskan satu hal lain: untuk benar-benar menantang di depan, mereka masih harus mengejar konsistensi dan kecepatan Mercedes yang belum goyah.

Source link