Berita  

Iran Serang Pangkalan AS-Inggris, Eropa Jadi Target

Iran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan angkatan bersenjata AS dan Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia pada Minggu (22/3/2026). Meskipun dua rudal yang ditembakkan gagal mencapai sasaran, Menteri Perumahan Inggris, Steve Reed, memastikan bahwa serangan tersebut ditujukan ke pangkalan strategis tersebut. Militer Israel mengungkapkan bahwa Iran menggunakan rudal balistik dua tahap dengan jangkauan hingga 4.000 kilometer, yang bahkan dapat menjangkau ibu kota negara-negara Eropa. Wall Street Journal pertama kali melaporkan serangan ini pada Jumat, yang disebut sebagai penggunaan operasional pertama rudal jarak menengah Iran, menandai eskalasi konflik yang meluas. Ancaman terhadap infrastruktur energi Iran juga disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, sebagai balasan atas serangan yang terjadi. Presiden AS, Donald Trump, dalam responsnya mengultimatum Teheran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam atau akan menghadapi serangan dari Amerika Serikat. Konflik antara Iran dan Israel semakin intens dengan serangan rudal Iran yang menghantam wilayah dekat pusat riset nuklir Israel, menyebabkan puluhan korban luka. Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur lalu lintas minyak dunia, kini praktis lumpuh akibat konflik tersebut, yang juga memengaruhi harga minyak global yang melonjak tajam. Menyusul lonjakan harga minyak tersebut, AS merelaksasi sanksi terhadap pembelian minyak Iran selama 30 hari dan negara-negara G7 bersiap untuk mengambil langkah-langkah untuk menjaga pasokan energi global dan keamanan jalur pelayaran.

Source link