Berita  

Berebut Minyak: RI hampir Jadi Korban

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia hampir mengalami gangguan pasokan minyak karena minyak saat ini menjadi komoditas yang diminati di pasar global. Permasalahan ini terjadi karena adanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Bahlil menjelaskan bahwa terjadi insiden penahanan kapal kargo yang mengangkut minyak impor dari Singapura. Kejadian ini memicu perhatian serius dari pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan energi nasional, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Dua kapal kargo yang dibeli oleh PT Pertamina (Persero) melalui trader tiba-tiba diminta untuk berbalik arah oleh pihak penjual meskipun sudah berada di wilayah perairan Indonesia. Hal ini disebabkan oleh persaingan ketat di pasar energi global saat ini yang membuat aturan perdagangan terabaikan.

Untuk menanggapi masalah ini, pemerintah dan Pertamina telah mengambil tindakan tegas dengan menyampaikan komplain resmi dan mengancam dengan gugatan hukum. Berkat langkah ini, pihak penjual akhirnya bersedia mengembalikan kedua kargo minyak tersebut ke Indonesia.

Koordinasi antara pemerintah dan Pertamina dalam mengatasi masalah ini telah dilakukan, dan tanggal 18 Maret sudah ada proses pengembalian kedua kargo minyak tersebut. Tindakan ini dilakukan sebagai respons terhadap insiden penahanan kapal kargo impor minyak yang menjadi perhatian utama dalam rangka menjaga kestabilan pasokan energi nasional.

Source link