Pemerintah Qatar membantah tuduhan media Israel yang menyatakan bahwa mereka sengaja menghentikan produksi gas alam cair (LNG) untuk memengaruhi harga energi di Amerika Serikat (AS). Qatar menyatakan bahwa keputusan terkait sektor energi tidak dipengaruhi oleh motif politik. Menurut pejabat senior Qatar, prioritas utama mereka adalah keselamatan rakyat dan bukan kepentingan politik atau ekonomi. Qatar juga menilai bahwa tudingan tersebut bertujuan untuk menciptakan perpecahan antara negara itu dan AS, serta situasi ketidakstabilan global yang dimanfaatkan untuk memicu ketegangan baru di wilayah tersebut. QatarEnergy, produsen LNG terbesar di dunia, menghentikan sementara produksi LNG setelah serangan drone Iran menargetkan fasilitas energi mereka. Qatar menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan justru dapat memperburuk situasi di kawasan yang membutuhkan de-eskalasi.
Bantah Qatar Mainkan Gas Dunia, Salahkan Israel.
Read Also
Recommendation for You
Presiden Prabowo Subianto secara tak terduga meminta maaf dalam Munas XVI PB IPSI. Dalam suasana…

Pasca perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mengguncang negara-negara di kawasan Teluk, mereka…
Pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, puluhan ribu buruh di Indonesia akan…

Selama periode 2008-2015, terdapat kasus pengadaan minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina yang…
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik…
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberikan tanggapan terhadap permintaan industri nikel untuk menunda pungutan…


