Berita  

Mosaic Defense: Rahasia Iran Lawan AS-Israel

Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel, pejabat Iran pernah mengungkap bagaimana negara itu mempersiapkan diri menghadapi skenario perang paling ekstrem dengan tetap mampu bertempur bahkan jika ibu kota diserang atau pimpinan tertinggi tewas. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran telah menghabiskan sekitar dua dekade mempelajari cara AS berperang. Doktrin militer tersebut dikenal sebagai “mosaic defense” atau pertahanan mosaik. Konsep ini didasarkan pada pertahanan terdesentralisasi yang memungkinkan Iran untuk tetap beroperasi meskipun struktur komando pusat mengalami kerusakan berat. Iran mendapat pelajaran penting dari invasi AS ke Afghanistan pada 2001 dan Irak pada 2003, yang membuat negara tersebut menyebarkan struktur kekuatan militernya. Doktrin tersebut bertujuan untuk membuat sistem komando Iran sulit dihancurkan dan medan perang jauh lebih kompleks bagi lawan. Tidak hanya itu, Iran juga mengandalkan kekuatan angkatan laut dan rudal serta jaringan sekutu di berbagai negara Timur Tengah untuk memperluas medan konflik. Element waktu juga digunakan sebagai alat strategis dalam doktrin ini, dengan konflik berkepanjangan dapat memberikan keuntungan bagi pihak yang mampu memproduksi senjata murah dalam jumlah besar. Selain itu, Iran memiliki sistem suksesi berlapis untuk mengatasi potensi terbunuhnya pemimpin utama. Secara keseluruhan, doktrin pertahanan mosaik menunjukkan bahwa strategi militer Iran tidak dirancang untuk perang singkat, melainkan untuk menghadapi konflik panjang yang memerlukan ketahanan, penggantian kepemimpinan, dan kelanjutan operasi bahkan setelah terjadinya kerusakan besar.

Source link