Berita  

Kapal Minyak RI Terjebak di Selat Hormuz: Pertamina Berbicara

PT Pertamina (Persero) mengonfirmasi bahwa empat kapal minyak perusahaan berada di Timur Tengah, dengan dua di antaranya terjebak di Selat Hormuz yang ditutup oleh Iran. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah keselamatan awak kapal dan keamanan aset perusahaan. Pihak Pertamina terus memantau kondisi kapal dan berkoordinasi dengan para awak serta Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keamanan aset perusahaan.

Kementerian ESDM mencatat bahwa setiap harinya, Selat Hormuz dilalui oleh 20,1 juta barel minyak. Indonesia sendiri melakukan impor minyak sebanyak 19% dari total impor nasional melalui Selat Hormuz. Untuk mengamankan pasokan energi nasional, Pertamina telah mengimplementasikan sistem distribusi alternatif.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif terkait penutupan Selat Hormuz. Seiring dampaknya pada energi global, pemerintah berencana untuk mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz dan memastikan ketersediaan pasokan energi nasional.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan Indonesia dapat mengantisipasi ketidakpastian geopolitik global yang sedang berlangsung. Sesuai instruksi Presiden, pemerintah terus berupaya untuk mengamankan pasokan energi nasional dan mengurangi risiko akibat dinamika global yang tidak pasti.

Source link