Berita  

Bukti Satelit AS: 150 Pesawat Tempur Kepung Iran

Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan kehadiran militernya di sekitar Iran dengan mengerahkan lebih dari 150 unit pesawat ke pangkalan di Eropa dan Timur Tengah. Hal ini terjadi setelah putaran kedua perundingan nuklir antara AS dan Iran pada bulan Februari berakhir tanpa kemajuan. Data pelacakan penerbangan dan citra satelit menunjukkan bahwa kekuatan militer AS di wilayah tersebut mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Langkah ini didorong oleh tekanan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran terkait program nuklirnya.

Menurut Dana Stroul, mantan Wakil Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Timur Tengah, peningkatan kekuatan militer AS memungkinkan pelaksanaan berbagai tindakan sesuai keputusan Trump terhadap Iran. Para analis menilai bahwa pengerahan ini melebihi peningkatan militer sebelum AS menyerang fasilitas nuklir Iran pada tahun sebelumnya. Aset yang dikumpulkan menunjukkan persiapan untuk kampanye udara dalam beberapa hari tanpa perlu invasi darat.

Meskipun demikian, Mark Cancian dari Center for Strategic and International Studies memperingatkan bahwa kampanye udara yang berlangsung berminggu-minggu membutuhkan tambahan aset militer yang lebih besar. Lebih dari dua puluh pesawat tambahan berada di kapal induk USS Gerald R. Ford di dekat Pulau Kreta, Yunani. Dua kapal induk AS di kawasan Timur Tengah mencerminkan kesiapan militer AS yang serius dalam menghadapi ketegangan dengan Iran.

Secara total, AS memiliki lebih dari selusin kapal perang di Timur Tengah, termasuk kapal induk dan kapal perusak. Kehadiran dua kapal induk AS di wilayah tersebut menjadi sinyal bahwa Washington sedang menyiapkan berbagai opsi militer di tengah situasi yang semakin tegang dengan Iran.

Source link