Operator SPBU alami ancaman pembunuhan di Jaktim: Pengakuan

Seorang operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim) mengalami kejadian menakutkan ketika dikejar dan diancam pembunuhan oleh oknum aparat berjenis kelamin pria. Lukman Hakim, yang baru enam bulan bekerja di SPBU tersebut, menceritakan insiden yang terjadi pada malam Minggu. Saat sedang bertugas, Lukman berusaha mempercepat proses pengisian BBM sesuai prosedur Pertamina, namun situasi memanas ketika kode batang yang ditunjukkan tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan.

Pelaku yang tidak terima ditegur mulai marah-marah di area pengisian, mengancam, dan menantang petugas SPBU. Keributan semakin memanas saat salah satu staf, Ahmad Khoirul Anam, didorong hingga kepalanya terbentur mobil pelaku. Perempuan yang berada di dalam mobil pun melarang tindakan kasar tersebut. Selain itu, pelaku juga menampar petugas lain, Abud Mahmudin, yang mencoba menenangkan situasi.

Ancaman pembunuhan membuat Lukman panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah belakang SPBU hingga akhirnya para warga menyarankan agar ia menuju kantor polisi terdekat. Meskipun pelaku tidak kembali mengejar Lukman setelah dia melaporkan ke polisi, keributan di lokasi berlangsung cukup lama hingga hampir satu jam. Rekaman CCTV di SPBU telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini.

Diharapkan kasus ini dapat diproses secara transparan dan profesional untuk memberikan rasa aman bagi pekerja SPBU lain yang menjalankan tugas sesuai prosedur. Pemilik SPBU telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Pulogadung, dan Propam Polda Metro Jaya juga turut terlibat dalam kasus penganiayaan yang menimpa tiga karyawannya. Ahmad Khoirul Anam, Lukman Hakim, dan Abud Mahmudin menjadi korban dalam insiden tersebut, masing-masing mengalami berbagai bentuk kekerasan. Taatilah aturan tindakan tertib lalu lintas dan hargai pekerjaan orang lain.

Source link