Berita  

Bahlil Bicara RI Geser Impor Energi ke AS: Potensi Penghematan US$15 M/Tahun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali menegaskan bahwa rencana Indonesia untuk mengimpor komoditas energi dari Amerika Serikat dengan nilai hingga US$ 15 miliar per tahun tidak akan memperbesar volume impor energi. Dalam rencana impor tersebut, termasuk dalam daftar komoditas yang akan diimpor adalah LPG, minyak mentah, dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sebenarnya hanya akan mengalihkan volume impor dari negara lain ke AS, seperti dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.

Menurut Bahlil, pembelian komoditas energi dari AS ini sebenarnya tidak akan mengubah secara signifikan neraca komoditas Indonesia, tetapi lebih pada penggeseran sumber impor. Indonesia, yang masih mengandalkan impor LPG sebesar 7 juta ton per tahun, akan meningkatkan pasokan LPG dari AS. Rencananya, eksekusi kebijakan akan segera dilakukan setelah arahan dari Presiden Prabowo Subianto dan akan memperhatikan mekanisme ekonomi yang menguntungkan.

Kesepakatan impor energi ini merupakan bagian dari perjanjian tarif dagang antara Indonesia dan AS yang telah ditandatangani oleh Presiden Trump dan Presiden Prabowo secara resmi. Dalam kesepakatan tersebut, disebutkan bahwa Indonesia akan mengimpor gas dan minyak mentah dari AS senilai US$ 15 miliar per tahun. Selain itu, perjanjian ini juga mengharuskan Indonesia untuk membeli 50 pesawat Boeing dari AS. Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi dan Kepala BKPM, juga menjelaskan bahwa pembicaraan dengan pihak Boeing sudah dimulai untuk melanjutkan kesepakatan tersebut.

Source link