Berita  

Peran Dewan Baru dalam Meningkatkan Deal Dagang RI-AS

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah resmi menandatangani kerja sama dagang tarif resiprokal, yang salah satu aspek kunci adalah pembentukan Council of Trade and Investment, atau Dewan Perdagangan dan Investasi. Council ini bertujuan sebagai forum komunikasi untuk mengawasi hubungan dagang kedua negara, serta untuk menyelesaikan potensi masalah yang timbul di masa depan tanpa melibatkan forum internasional.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyambut baik pembentukan dewan tersebut karena memberikan kesempatan untuk menyelesaikan pertikaian secara langsung antara Indonesia dan AS tanpa melibatkan pihak lain. Budi melihat bahwa dengan adanya dewan ini, Indonesia dan AS dapat menekankan penyelesaian masalah secara bilateral agar komunikasi menjadi lebih efisien dan efektif.

Menurut Budi, seringkali sengketa dagang antarnegara langsung dibawa ke forum global seperti World Trade Organization (WTO). Namun, melalui dewan tersebut, kedua negara sepakat untuk memprioritaskan penyelesaian secara bilateral guna mempercepat proses komunikasi.

Budi menekankan bahwa perjanjian dagang yang dibuat harus memberikan manfaat bagi kedua pihak. Ia optimistis bahwa nilai ekspor Indonesia ke AS akan meningkat seiring dengan banyaknya produk Tanah Air yang kini bisa diekspor dengan tarif nol persen.

Selain itu, Budi juga memberikan apresiasi terhadap diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang dianggap mampu mempercepat penyelesaian perjanjian dagang internasional dengan berbagai negara, termasuk Uni Eropa, Eurasia, Kanada, dan Amerika Serikat. Pemerintah saat ini sedang mempercepat proses ratifikasi agar implementasi perjanjian dagang dapat segera dimulai.

Budi menargetkan bahwa seluruh tahapan ratifikasi dapat selesai pada tahun 2026, sehingga implementasi perjanjian tersebut bisa segera dilakukan. Selain itu, ia berharap bahwa kerja sama dagang antara Indonesia dan AS akan terus berjalan lancar menuju pembangunan ekonomi yang lebih kuat.

Source link