Berita  

Tragedi Perang Saudara: Ribuan Warga Sipil Tewas

Perang saudara yang terjadi di Sudan telah menyebabkan banyak korban jiwa. Baru-baru ini, setidaknya 28 orang dilaporkan tewas dan banyak lainnya luka-luka saat sebuah pasar di wilayah Kordofan, Sudan bagian tengah diserang. Konflik bersenjata antara militer Sudan dan kelompok paramiliter telah berlangsung selama dua tahun dan sedang memasuki tahun ketiga. Kelompok pemantau kekerasan terhadap warga sipil, Emergency Lawyers, mencatat bahwa serangan terjadi di wilayah Sudri, Provinsi Kordofan Utara saat pasar sedang ramai. Mereka mengecam penggunaan drone dalam serangan tersebut dan menyatakan keprihatinan akan jumlah korban yang kemungkinan akan bertambah.

Emergency Lawyers menuntut penghentian serangan drone oleh kedua pihak yang bertikai. Drone yang digunakan dalam serangan ini disebut milik militer Sudan, namun pihak militer membantah hal tersebut. Selain serangan di Sudri, serangan menggunakan drone di dekat Kota Rahad sebelumnya juga telah menewaskan puluhan orang, termasuk anak-anak. Serangkaian serangan terhadap warga sipil dan fasilitas kemanusiaan semakin memperberat kondisi di wilayah konflik dan krisis pangan di Sudan.

Sejak pertempuran antara Pasukan Dukungan Cepat dan militer Sudan berkobar pada April 2023, lebih dari 40.000 orang dilaporkan tewas dan 12 juta lainnya terpaksa mengungsi. Organisasi Kesehatan Dunia bahkan mencatat bahwa angka kematian sebenarnya dapat jauh lebih tinggi karena akses ke wilayah terpencil sulit dilakukan. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa wilayah Kordofan tetap tidak stabil karena kedua pihak bertikai masih saling berusaha menguasai area strategis. Militer Sudan dan RSF sama-sama dituduh melakukan pelanggaran HAM berat, dengan beberapa laporan yang menunjukkan kekejaman RSF yang disebut kejahatan perang dan terhadap kemanusiaan.

Source link