Negara maritim dengan wilayah perairan yang luas seringkali sulit diawasi secara konvensional. Oleh karena itu, penggunaan drone baik pesawat tanpa awak (UAV) maupun kendaraan bawah air otonom (AUV) menjadi kebutuhan strategis dalam menjaga keamanan maritim. Drone untuk keamanan maritim harus dapat beroperasi di lingkungan yang keras, luas, dan dinamis sambil menyediakan informasi intelijen yang berkelanjutan.
Menurut kajian dari MMC UAV tentang pengawasan pantai dan pelabuhan, platform drone harus memenuhi sejumlah spesifikasi teknis agar efektif digunakan dalam operasi keamanan maritim. Berikut adalah lima spesifikasi penting drone untuk keamanan nasional maritim.
Pertama, drone harus memiliki daya terbang jangka panjang dan jangkauan jauh. Kemampuan terbang selama 4-8 jam hingga 12-21 jam memungkinkan drone untuk melakukan pemantauan pantai dalam jarak ratusan kilometer tanpa perlu pengisian ulang bahan bakar atau baterai secara berkala.
Kedua, drone harus tahan terhadap lingkungan maritim yang keras seperti semprotan garam, kabut, dan udara pesisir korosif. Material rangka pesawat yang tahan korosi serta kemampuan beroperasi dalam angin kencang Level 5-6 diperlukan untuk ketahanan drone.
Ketiga, drone harus dilengkapi dengan muatan multi-sensor tingkat lanjut seperti kamera elektro-optik/inframerah (EO/IR), radar apertur sintetis (SAR), penerima Sistem Identifikasi Otomatis (AIS), dan LiDAR untuk memastikan pengawasan yang efektif siang dan malam.
Keempat, drone perlu memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat otonom di platform bergerak, dengan teknologi VTOL dan algoritma prediksi pergerakan kapal yang memastikan operasi drone yang aman dari dek kapal yang bergerak.
Kelima, drone maritim harus dilengkapi dengan sistem komunikasi jarak jauh yang andal dan terenkripsi berbasis satelit atau jaringan 4G/5G untuk mendukung streaming data real-time dan mencegah gangguan atau peretasan.
Dengan ancaman kompleks di wilayah laut seperti penyelundupan, illegal fishing, dan sabotase infrastruktur, investasi dalam armada drone menjadi sebuah langkah strategis bagi negara maritim dalam mengamankan perairannya.
