Berita  

Senjata BI Untuk Stabilkan Rupiah: Smart Intervention

Di tengah ketidakpastian global yang kuat, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Ketidakpastian ekonomi AS yang dipicu oleh era suku bunga tinggi telah mendorong investor untuk mencari perlindungan di safe haven seperti emas, sehingga harga emas meroket dan mata uang dengan imbal hasil tinggi mengalami kenaikan, yang pada akhirnya menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah.

Selain pengaruh perkembangan ekonomi AS, rating MSCI juga berdampak terhadap nilai tukar rupiah. Namun, dengan respons tegas dari pemerintah dan otoritas bursa, pasar finansial kembali pulih. Saat ini, rupiah berada di level Rp 16.700 per dolar AS dan Bank Indonesia menegaskan konsistensi BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui “Smart Intervention”.

Destry menekankan bahwa BI tetap aktif di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan melakukan intervensi yang cerdik di berbagai instrumen keuangan. Dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang jelas dari pemerintah, dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, kepercayaan pasar terhadap rupiah tetap terjaga.

Dia juga memberikan jaminan kepada pelaku pasar keuangan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap konsisten dan berkelanjutan di masa depan. Pada kuartal IV-2025, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,39%, yang merupakan pertumbuhan tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Dengan demikian, Bank Indonesia telah siap untuk mengamankan nilai tukar rupiah melalui langkah-langkah cerdas dan berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia ke depannya.

Source link