Pengelolaan energi telah menjadi salah satu hal utama yang diatur dalam F1 2026, dan merupakan area yang memerlukan analisis mendalam dalam fase awal. Dalam uji coba di Barcelona, beberapa tim telah memusatkan perhatian pada pemahaman perilaku power unit dalam berbagai kondisi operasional setelah mengevaluasi keandalannya. Salah satu aspek yang signifikan adalah start, yang juga menjadi topik yang diperluas dalam pengujian tersebut.
Pada uji coba di Spanyol, terlihat bahwa mencapai tekanan turbo yang tepat menjadi lebih rumit dengan peralihan ke mesin 2026. Ini disebabkan oleh revolusi dalam pengelolaan turbo yang memengaruhi respons mobil pada fase start. Meskipun pada tahun sebelumnya, MGU-H membantu memutar turbin lebih cepat, kini dengan dihapuskannya fitur ini, tim harus mengandalkan MGU-K untuk mengelola kelistrikan, yang menimbulkan tantangan tersendiri.
Prosedur start menjadi lebih rumit dalam konteks baru ini, dengan pembalap harus mempertahankan putaran mesin yang lebih tinggi dan untuk waktu yang lebih lama untuk mencapai kecepatan kerja turbo yang tepat. Hal ini dikarenakan pengelolaan energi listrik yang lebih rumit pada power unit baru. Dengan peraturan yang melarang penggunaan MGU-K saat start, turbo harus mencapai target rotasinya tanpa dukungan eksternal, memperpanjang waktu yang diperlukan untuk start yang efektif.
Peraturan teknis F1 2026 juga mengatur bahwa torsi MGU-K harus tetap negatif ketika mobil berhenti di grid sebelum standing start. Fungsi MGU-K saat start hanya terbatas pada fase pengisian ulang dengan nilai torsi yang sangat ringan untuk melindungi transmisi. Semua ini harus dipahami dengan baik oleh para pembalap dan tim untuk mengoptimalkan proses start. Adanya perubahan fitur pada mesin 2026 juga mempengaruhi strategi penggunaan energi dan pemulihan daya yang lebih rumit di sirkuit-sirkuit tertentu.
Memahami cara dan kapan menggunakan energi saat start menjadi krusial dalam memastikan kinerja maksimal mobil. Dengan peningkatan tenaga MGU-K yang hampir tiga kali lipat dari sebelumnya, strategi penggunaan baterai perlu direncanakan secara cermat untuk menghindari kehabisan energi di lintasan, yang dapat berakibat pada kehilangan waktu yang signifikan. Selain itu, risiko kehabisan energi di lintasan lurus atau saat keluar tikungan dapat memengaruhi hasil yang diinginkan dalam balapan itu sendiri.












