Berita  

BKPM Mendukung Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

Potensi Tenaga Surya Menjadi Fokus Utama Indonesia

Kementerian Investasi atau Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan bahwa potensi tenaga surya memiliki magnitudo terbesar di Indonesia. Menurut Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis BKPM, Heldy Satrya Putera, dari total potensi 3.700 GW di Indonesia, sebanyak 2.600 GW berasal dari tenaga surya.

Heldy menekankan bahwa potensi energi terbarukan terbesar Indonesia terletak pada tenaga surya. Oleh karena itu, BKPM berupaya mendorong pengembangan industri untuk memproduksi peralatan tenaga surya di dalam negeri. Saat ini, Indonesia telah berhasil membangun industri baru yang mampu memproduksi sekitar 60% kebutuhan komponen tenaga surya. BKPM optimis bahwa Indonesia dapat membangun industri untuk peralatan energi terbarukan lainnya di masa depan.

Selain fokus pada tenaga surya, BKPM juga mencatat minat investor dari berbagai negara dalam sektor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Untuk mendukung hal ini, BKPM sedang melakukan penyederhanaan regulasi agar perkembangan PLTN di Indonesia lebih menarik bagi investor dibandingkan negara lain.

Heldy menegaskan pentingnya hilirisasi energi surya tidak hanya untuk pembangkit listrik, tetapi juga sebagai bahan bakar. Dengan melakukan hilirisasi, Indonesia berupaya mentransformasi sumber energi fosil menjadi lebih berkelanjutan.

Dengan langkah strategis ini, BKPM berharap Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam pisah barang produk (Hilirisasi) energi terbarukan dan penanaman investasi di sektor energi yang lebih berkelanjutan daripada sebelumnya. Melalui upaya ini, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya dalam industri energi terbarukan.

Source link