Berita  

Ketegangan Nuklir AS-Rusia di Ujung Tanduk: Apa yang Terjadi?

Amerika Serikat dan Rusia semakin mendekati kesepakatan untuk mematuhi perjanjian pengendalian senjata nuklir New START setelah berakhirnya masa berlakunya. Pembicaraan intensif di Abu Dhabi sedang berlangsung untuk mengamati ketentuan New START dalam jangka waktu tambahan, meskipun perjanjian tersebut secara resmi kedaluwarsa. New START yang ditandatangani pada 2010 membatasi jumlah rudal, peluncur, dan hulu ledak strategis yang boleh dimiliki kedua negara. Isu ini muncul di tengah perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia, dengan Komando Eropa militer AS mengumumkan kesepakatan untuk melanjutkan dialog tingkat tinggi antarmiliter. Presiden Ukraina juga menyatakan bahwa perundingan damai dengan Rusia, didukung oleh AS, akan berlanjut setelah putaran kedua pembicaraan di Abu Dhabi.

Belum jelas apakah kesepakatan tambahan untuk mematuhi New START akan dituangkan dalam bentuk dokumen formal atau hanya keputusan politik sementara. Rusia menyatakan keterbukaan untuk berdialog dengan AS dengan syarat respons yang konstruktif dari pihak AS. Perpanjangan New START sebelumnya hanya memungkinkan satu kali, yang telah disepakati oleh mantan Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Presiden AS saat ini, Donald Trump, ingin melibatkan China dalam kesepakatan pengurangan senjata nuklir, meski China menolak dengan alasan kepemilikan hulu ledak yang lebih sedikit. Trump akan menentukan kebijakan pengendalian senjata nuklir ke depan tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Source link