Penyebab aksi tawuran yang sering terjadi di Jakarta ternyata berawal dari hal sepele menurut Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Hal-hal sepele seperti memaki, saling serang di jalanan, atau perebutan wilayah nongkrong bisa menjadi pemicu terjadinya tawuran. Provokasi antar remaja, baik secara individual maupun kelompok, melalui tantangan dalam dunia digital juga turut menjadi penyebabnya.
Terkait dengan hal tersebut, Kombes Polisi Iman Imanuddin dari Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa platform digital sering digunakan para pelaku untuk saling menantang dan berkomunikasi. Mereka bahkan saling serang di media sosial dan membuat janji untuk melakukan tawuran. Menyikapi hal ini, Iman menegaskan bahwa negara tidak akan mentolerir kekerasan di muka umum dan akan melakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku.
Polda Metro Jaya juga telah melakukan upaya preemtif dan preventif, seperti penyuluhan dan patroli, untuk mengatasi masalah tawuran remaja. Di tengah maraknya kasus tawuran yang mengganggu ketertiban umum, Polda Metro Jaya juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mencegah tawuran remaja.
Imbauan tersebut juga ditujukan kepada orang tua, sekolah, pendidik, tokoh masyarakat, dan warga dengan berbagai langkah seperti berlakukan jam malam, melakukan sanksi tegas, bubar secara persuasif jika melihat kerumunan mencurigakan, dan mengaktifkan pos keamanan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir ruang gerak pelaku tawuran demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.












