Sean Gelael, Davide Rigon, dan Charly Samani mengalami kesulitan dalam dua balapan terakhir. Pada Race 3, skuad AF Corse 51 start dari urutan ke-19 dan berhasil naik ke posisi keempat setelah dua periode Safety Car. Akan tetapi, saat berusaha mempertahankan posisi tersebut, mobil Sean Gelael tiba-tiba kehilangan tenaga, memaksa mereka untuk melakukan perbaikan yang memakan waktu lama di pit. Sayangnya, meskipun mobil diperbaiki, masalah yang sama terjadi ketika Davide Rigon mengambil alih kemudi.
Kekecewaan akibat gagal finis di Race 3 tidak membuat semangat para pembalap ini surut. Di Race 4, mereka memulai balapan satu posisi lebih maju dari sebelumnya. Namun, masalah kembali muncul ketika Samani terlibat dalam kecelakaan dengan Giacomo Petrobelli. Kejadian ini membuat mobil mereka terpeleset dan posisinya turun drastis di lomba.
Kejadian ini berdampak pada pembalap selanjutnya, Sean Gelael, yang harus tertinggal satu lap dari pesaingnya dan berada di posisi ke-16. Meskipun Davide Rigon diberi target untuk mendapatkan poin dengan finis di posisi 10 besar, tim AF Corse 51 hanya mampu finish di posisi ke-14. Hasil yang jauh dari harapan mereka.
Meskipun mengalami akhir pekan yang sulit, Davide Rigon tetap melihat hal positif sebagai motivasi untuk bersaing lebih baik di balapan selanjutnya di Abu Dhabi. Sementara itu, di kelas GT, Team WRT 69 berhasil meraih kemenangan diikuti oleh Origine Motorsport 87 dan Manthey 10. Di kelas LMP2 dan LMP3, Crowdstrike Racing by APR 4 dan tim 23Events Racing 29 menjadi pemenangnya.












