Mengapa Thierry Neuville Kesulitan di WRC Monte Carlo: Analisis Performa Terbaru

Thierry Neuville, sebelumnya memenangkan Reli Monte Carlo dua kali, menunjukkan kurangnya kepercayaan diri dalam memacu Hyundai-nya hingga batas maksimal. Hal ini membuat juara WRC 2024 berada dalam posisi kurang menguntungkan. Meskipun Neuville telah meraih kemenangan di Monte Carlo sebelumnya pada tahun 2020 dan 2024, penampilannya akhir pekan lalu tidak begitu memuaskan. Dia akhirnya finis di posisi kelima, berjarak 10 menit 29,8 detik dari pemenang akhirnya, Oliver Solberg dari Toyota.

Neuville mengalami beberapa insiden selama reli tersebut. Dia sempat berada di posisi keempat sebelum tergelincir keluar jalan dan masuk ke parit di etape kesembilan, yang menyebabkannya kehilangan tiga menit. Lalu, waktu tambahan hilang karena spin di etape 12 dan ban bocor di etape 15. Tidak hanya itu, Neuville juga mengalami kegagalan driveshaft dan suspensi di sesi shakedown.

Masalah utama yang dihadapi Neuville sepanjang acara adalah ketidaknyamanan dengan mobil Hyundai-nya dan ban Hankook. Hal ini membuatnya kesulitan untuk mengendarai mobilnya, terutama dalam kondisi salju dan es yang buruk. Meskipun Hyundai telah melakukan perbaikan pada bagian depan mobil untuk meningkatkan kinerjanya di aspal, Neuville masih merasa banyak pekerjaan harus dilakukan.

Pembalap asal Belgia ini berharap bisa tampil lebih baik di reli berikutnya yang berlangsung di Swedia dan kondisi gravel. Meskipun demikian, Neuville menyadari bahwa Toyota, yang selalu kuat, akan menjadi lawan yang tangguh. Dia optimis bahwa dengan perbaikan yang dilakukan pada mobilnya, mereka akan lebih dekat dengan persaingan.

Direktur Olahraga Hyundai, Andrew Wheatley, menyadari bahwa Neuville memiliki masalah di Monte Carlo. Namun, ia percaya bahwa perasaan kurang nyaman Neuville mungkin lebih spesifik untuk reli tersebut dan masih ada potensi untuk memperbaikinya. Meskipun Neuville berjuang, rekan setimnya, Adrien Fourmaux, tampil lebih baik dan meraih posisi keempat secara keseluruhan, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan bagi Hyundai dibandingkan dengan Toyota.

Fourmaux sendiri mengakui bahwa Hyundai kesulitan ketika kondisi jalan berubah dan harus beradaptasi dengan berbagai kondisi permukaan jalan. Dia menyoroti bahwa mobil Hyundai berkinerja baik ketika jalanan datar dan bersih, namun mengalami masalah saat jalan bergelombang atau kondisi cengkeraman berbeda. Hal ini menjadi fokus Hyundai untuk meningkatkan performa mobilnya ke depan. Dengan hasil ini, Neuville dan timnya memiliki catatan yang menunjukkan butuh lebih banyak kerja keras untuk bersaing di reli selanjutnya.

Source link