Berita  

Lagi Negosiasi Damai di Arab: Putin Tetap Bombardir Ukraina

Rusia telah meluncurkan serangan drone dan rudal besar-besaran ke dua kota terbesar Ukraina, Kyiv dan Kharkiv, pada Sabtu pagi. Serangan ini terjadi saat negosiator dari Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia sedang melakukan pembicaraan damai di Uni Emirat Arab. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengecam serangan Rusia terbaru ini terhadap infrastruktur penting di negaranya sebagai ‘malam teror Rusia’. Meskipun ada usaha perdamaian dan diplomasi, serangan ini tetap mengguncang jalannya negosiasi.

Putin memerintahkan serangan rudal besar-besaran terhadap Ukraina sambil delegasi dari berbagai negara sedang melakukan pertemuan di Abu Dhabi untuk mendorong proses perdamaian yang dipimpin Amerika. Meski terdapat gelombang serangan terbaru, pembicaraan damai tetap dilanjutkan di Abu Dhabi. Serangan Rusia terhadap infrastruktur energi di Kyiv dan kota-kota lain menyebabkan pemadaman panas, air, dan listrik yang meluas.

Diperkirakan sekitar 1,2 juta konsumen di Ukraina, termasuk 800.000 di Kyiv, mengalami pemadaman listrik. Angkatan udara Ukraina melaporkan Rusia menggunakan 396 drone dan rudal dalam serangan tersebut, menimbulkan kekhawatiran pemadaman listrik darurat hingga 80% wilayah negara itu. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menekankan pentingnya implementasi perjanjian pertahanan udara dengan Presiden AS, Donald Trump, di Davos minggu ini.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyatakan bahwa sekitar 1.940 bangunan tempat tinggal di kota tersebut kehilangan pemanas akibat serangan terbaru. Kyiv sebelumnya juga telah mengalami dua serangan besar yang melumpuhkan listrik dan pemanas ratusan bangunan. Para insinyur di Kyiv sedang berupaya memulihkan layanan di tengah suhu malam yang turun hingga -13°C.

Source link