Berita  

PM Jepang Sanae Takaichi Bubarkan Parlemen: Alasan di Balik Kejutan tersebut

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan pembubaran parlemen dan pemilihan umum cepat pada 8 Februari, sebagai langkah pertama untuk meneguhkan mandatnya dalam mendorong agenda kebijakan ambisius dalam situasi domestik dan geopolitik yang penuh tantangan. Dalam konferensi pers, Takaichi menyatakan parlemen akan dibubarkan pada 23 Januari, dengan masa kampanye dimulai 27 Januari dan pemungutan suara pada 8 Februari. Takaichi berharap dapat memanfaatkan elektabilitasnya untuk membawa Partai Demokrat Liberal (LDP) meraih kemenangan yang lebih solid di parlemen.

Kabinet Takaichi telah menyetujui anggaran rekornya untuk tahun fiskal mendatang, dengan janji respons terhadap inflasi dan pemulihan ekonomi. Pemilu juga dipandang sebagai peluang untuk memecah kebuntuan hubungan Jepang-China. Meski demikian, kemenangan Takaichi bisa memicu tekanan lebih lanjut dari China. Beijing telah mengumumkan larangan ekspor barang “dual-use” ke Jepang, serta membatasi ekspor logam tanah jarang. Isu-imigrasi juga menjadi sorotan dalam pemilu ini, dengan partai Sanseito menyebutnya sebagai “invasi senyap”. Sebagai persiapan menghadapi pemilihan, partai Komeito dan CDP bekerja sama untuk menantang dominasi LDP.

Source link