Berita  

Washington Siap Sita Tanker Minyak Venezuela!

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengambil langkah tegas dengan mengajukan surat perintah pengadilan untuk menyita lusinan kapal tanker terkait perdagangan minyak Venezuela. Tindakan ini menjadi bukti bahwa Washington memegang kendali atas pengiriman minyak dari negara Amerika Selatan tersebut. Perairan internasional menjadi tempat dimana militer dan Penjaga Pantai AS menyita lima kapal yang membawa atau pernah membawa minyak Venezuela. Tujuan dari penyitaan ini sebagaimana bagian dari upaya kampanye Washington untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang tertangkap oleh pasukan AS pada 3 Januari lalu.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyatakan rencana untuk mengendalikan sumber daya minyak Venezuela tanpa batas waktu. Selain itu, AS juga berupaya membangun kembali industri minyak di negara tersebut yang saat ini mengalami keterbengkalai. Beberapa tindakan penyitaan sipil di pengadilan distrik, terutama di Washington, D.C., telah diajukan oleh pemerintah AS. Hal ini memungkinkan penyitaan kargo minyak dan kapal yang terlibat dalam perdagangan tersebut. Kapal-kapal yang disita umumnya berada di bawah sanksi AS atau merupakan bagian dari “armada bayangan” yang tidak teregulasi untuk memindahkan minyak dari negara-negara seperti Iran, Rusia, atau Venezuela.

Eskalasi ketegangan juga terjadi dengan Rusia setelah militer AS menyita kapal tanker Bella-1 yang berbendera Rusia. Ini merupakan pertama kalinya militer AS menyita kapal milik Rusia dalam sejarah baru-baru ini. Respons dari Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut tindakan AS sebagai “penggunaan kekuatan ilegal”, sementara pihak Pentagon menegaskan bahwa pengawasan terhadap kapal armada gelap yang mengangkut minyak Venezuela tidak akan berkurang.

Dampak dari blokade dan penyitaan kapal ini tidak hanya berdampak pada aspek politik, namun juga ekonomi. Presiden Trump telah memberlakukan blokade untuk mencegah tanker yang disetujui untuk mengirimkan minyak Venezuela, mengakibatkan berhentinya total ekspor. Namun, pengiriman telah dilanjutkan di bawah pengawasan ketat AS. Peristiwa ini menyebabkan nilai aset minyak yang dipertaruhkan dalam konflik ini sangat tinggi. Langkah penyitaan kapal beserta kargonya dianggap sebagai eskalasi serius dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana AS hanya biasa menyita kargo minyak tanpa menyita fisik kapalnya.

Source link