Berita  

Shutdown Internet 84 Jam: China Tanggapi, Kabar Terbaru WNI

Situasi di Iran semakin memanas dengan pemadaman internet nasional yang telah berlangsung selama lebih dari 84 jam, gelombang protes yang menewaskan ratusan orang, dan tekanan ekonomi yang semakin dalam. Netblocks melaporkan bahwa akses internet masih terbatas meskipun masih dapat ditembus melalui beberapa cara alternatif. Jumlah korban tewas akibat protes anti-rezim mencapai 544 orang, dengan lebih dari 10.681 orang ditahan dan dipindahkan ke penjara. Sementara itu, kejatuhan ekonomi Iran tercermin dari merosotnya nilai tukar rial, lonjakan inflasi, dan meningkatnya tingkat kemiskinan. Tekanan ekonomi dipengaruhi oleh sanksi internasional dan kebijakan internal yang rumit. China menegaskan penolakan atas campur tangan asing dalam urusan Iran, sementara Amerika Serikat mempertimbangkan opsi kebijakan terhadap Iran yang dapat memicu ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Putra terakhir Shah Iran, Reza Pahlavi, mengungkapkan dukungannya terhadap protes anti-pemerintah di Iran dan menyuarakan keinginan untuk memimpin transisi menuju pemerintahan sekuler dan demokratis. Kondisi WNI di Iran tetap relatif aman, dengan Kemlu RI terus memantau situasi untuk keamanan warga negara Indonesia di negara tersebut. Semua pihak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan melalui sumber informasi resmi. Jika diperlukan, WNI dapat menghubungi Hotline KBRI Tehran atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI dalam keadaan darurat.

Source link