Sergio Perez, pembalap Cadillac yang terkenal, kembali bersiap-siap untuk memulai kembali di pentas Formula 1. Dalam wawancara terbarunya di sebuah siaran Oso Trava, dia mengungkapkan ketidakmampuannya untuk memenuhi harapan Red Bull, tim balap yang ambisius. Meskipun dekat dengan Max Verstappen, Perez merasa tidak pernah benar-benar sesuai dengan standar tim berbasis di Milton Keynes tersebut.
Perez mengakui situasi yang kompleks di Red Bull, di mana segalanya diperhatikan dengan ketat. Baik itu menjadi lebih cepat dari rekan setimnya atau justru lebih lambat, semuanya menjadi masalah. Meski menyadari tantangan ini, Perez berharap untuk dapat lebih terlibat dalam pengembangan mobil dan menekankan pentingnya peran yang lebih signifikan bagi dirinya di tim.
Dalam percakapan terakhirnya dengan Christian Horner, bos tim saat itu, Perez mengingat ketegasan Horner dalam menjelaskan bahwa Red Bull adalah tim yang fokus pada Verstappen sebagai pembalap utama. Meski menghadapi situasi yang sulit, Perez tetap optimis untuk terus berkontribusi sebaik mungkin, meskipun menyadari kerumitan menjadi rekan setim Verstappen di Red Bull.
Perez juga melukiskan bahwa promosi Lawson sebagai penggantinya merupakan langkah yang tak terhindarkan, karena sulitnya menemukan pengganti yang cocok untuk posisi kedua di tim. Meskipun ada tantangan yang jelas, Perez bersikeras bahwa Horner akan melakukan yang terbaik untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil dan seimbang bagi rekan setim baru seperti Isack Hadjar di musim mendatang.












