Berita  

Trump Klaim Peran Amerika dalam Respons Gencatan Senjata RI

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan tanggapan terhadap gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja dengan mengucapkan selamat dan secara teksklaim pentingnya peran Washington dalam meredakan konflik perbatasan kedua negara tetangga RI. Trump memanfaatkan platform Truth Social untuk memuji para pemimpin Thailand dan Kamboja atas kesepakatan gencatan senjata yang tercapai setelah bentrokan berdarah selama berminggu-minggu. Dalam unggahannya, Trump menyatakan apresiasinya terhadap kecerdasan dan keadilan yang ditunjukkan oleh kedua pemimpin dalam mencapai kesepakatan tersebut. Ia juga menegaskan Amerika Serikat bangga terlibat dalam upaya mediasi bersama China dan Malaysia dalam mengamankan gencatan senjata tersebut.

Selain itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengungkapkan dukungan terhadap gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja. Ia menyambut baik kesepakatan tersebut dan mendorong kedua negara untuk mematuhi komitmen yang telah disepakati. Rubio menyerukan agar Thailand dan Kamboja segera menghormati komitmen tersebut demi memulihkan perdamaian di wilayah perbatasan.

Setelah gencatan senjata, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menjadi tuan rumah pertemuan antara menteri luar negeri Thailand dan Kamboja. Wang Yi menekankan pentingnya langkah-langkah bertahap untuk mencapai gencatan senjata yang komprehensif dan langgeng, sekaligus membangun kembali kepercayaan antara kedua negara. Data resmi mencatat bahwa konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja telah menewaskan sedikitnya 47 orang dan mengakibatkan lebih dari satu juta warga mengungsi selama tiga minggu terakhir.

Dalam kesepakatan yang diumumkan Sabtu lalu, Thailand dan Kamboja berjanji untuk menghentikan tembakan, membekukan pergerakan pasukan, serta memungkinkan warga sipil di wilayah perbatasan untuk kembali ke rumah masing-masing sesegera mungkin. Sinergi antara Amerika Serikat, China, dan Malaysia dalam membantu meredakan konflik di wilayah perbatasan Thailand dan Kamboja menjadi poin penting dalam upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.

Source link