Lorenzo Santolino bersiap menghadapi Dakar 2026, reli dunia yang kedelapan dalam kariernya, setelah mengalami operasi jempol kakinya akibat kecelakaan latihan. Meskipun cedera ini mengganggu persiapannya, Santolino optimis untuk tampil lebih baik di Dakar tahun ini. Dengan pengalaman serta kepercayaan diri yang didapat dari turnamen sebelumnya, seperti World Rally Raid Championship (W2RC) di Portugal dan Maroko, Santolino merasa siap menghadapi tantangan baru ini.
Meskipun rute Dakar 2026 memiliki perubahan signifikan dengan lebih sedikit bukit pasir dan medan yang lebih sulit, Santolino yakin bahwa persiapan yang dilakukannya akan membantunya melewati setiap etape. Meski cedera membuatnya tidak dapat berlatih secara optimal, pengalaman sebelumnya yang dimilikinya memberikan keyakinan bahwa ia mampu mengatasi kesulitan fisik dan navigasi yang mungkin dihadapinya.
Santolino menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan mengelola rasa sakit sebagai kunci sukses di Dakar. Meskipun tidak menetapkan target yang pasti, ia tetap berambisi untuk bersaing mendapatkan podium dan finis di posisi lima besar. Dengan pengalaman yang dimiliki selama tujuh Dakar sebelumnya, Santolino yakin bahwa kemampuannya dalam mengatasi masalah dan mengelola situasi akan menjadi faktor penentu dalam kinerjanya di balapan ini.
Setelah Dakar, tim Santolino berencana untuk mengikuti program serupa di W2RC tanpa mengikuti seluruh kalender acara. Dengan fokus pada pemulihan dan persiapan yang matang, Santolino siap menghadapi Dakar 2026 dengan segenap semangat dan tekad untuk meraih hasil terbaik.












