Apa yang Dimaksud dengan ‘Playing Victim’?

Dalam dunia psikologi, perilaku playing victim merupakan suatu bentuk pertahanan diri dimana seseorang selalu memposisikan dirinya sebagai korban untuk menghindari tanggung jawab, meskipun faktanya tidak seperti itu. Hal ini bisa berdampak buruk pada hubungan sosial dan kesehatan mental seseorang jika terus dilakukan. Playing victim bisa menjadi indikator adanya gangguan kesehatan mental tertentu seperti gangguan kepribadian narsistik, borderline personality disorder (BPD), hingga PTSD. Selain itu, perilaku ini sering kali muncul sebagai akibat dari pengalaman traumatis sebelumnya.

Orang yang terjebak dalam perilaku playing victim biasanya memiliki pola pikir yang pesimis, di mana mereka percaya bahwa kemalangan selalu akan terjadi berulang kali dan meyakini bahwa orang lain atau lingkungan harus bertanggung jawab atas masalah hidupnya. Mereka juga cenderung merasa tidak ada gunanya berusaha memperbaiki keadaan karena merasa hasilnya akan sia-sia.

Perilaku playing victim dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti trauma masa lalu, rasa kurang percaya diri, korban pengkhianatan, dan kesulitan mengelola emosi negatif. Menghadapi seseorang yang suka playing victim dalam interaksi sehari-hari dapat sangat melelahkan. Namun, penting untuk tetap bersikap empati tanpa terlalu terlibat dalam drama mereka. Arahkan pembicaraan pada upaya penyelesaian masalah dan berikan dukungan dengan kadar yang wajar. Jika perilaku mereka sudah mengganggu dan berlebihan, dorong mereka untuk berkonsultasi dengan psikolog atau konselor untuk mendapatkan solusi dan penanganan yang tepat.

Source link